Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Jangan Panik, Gigitan Nyamuk dengan Kandungan Wolbachia Tidak Berbahaya

📅 Senin, 27 Nov 2023, 18:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Warga Jangan Panik, Gigitan Nyamuk dengan Kandungan Wolbachia Tidak Berbahaya Doc: ANTARA/HO-Kemenkes
Ket. Teknologi Wolbachia.

Jakarta - Warga jangan panik, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta memastikan gigitan nyamuk aedes aegyptidengan kandungan bakteriwolbachia tidak berbahaya bagi manusia dan ramah lingkungan.

"Tidak ada efek berbahaya bagi manusia. Nyamuk aedes aegyptidengan wolbachia ini aman untuk manusiadan ramah lingkungan," kata Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ngabila Salama di Jakarta, Senin.

Hasil penelitian juga memperlihatkan bakteri wolbachiaini juga aman bagi serangga lainnnya.

Ngabila menjelaskancara kerja teknologi ini yakni nyamuk aedes aegyptidimasukkan bakteri wolbachia. Nanti bakteri ini akan membuat nyamuk aedes aegypti tersebut tidak mampu lagi membawa virus dengue yang menimbulkan penyakit demam berdarah dengue (DBD).

"Hanya bentol saja, kayak nyamuk kebon biasa. Tidak ada efek apa pun atau efek berbahaya dari manusia yang digigit nyamuk aedes aegyptidengan kandunganwolbachia," ujar Ngabila.

Lebih lanjut, Ngabila menyebut populasi nyamuk tidak berkurang, tetap mereka saling kawin dan berkembang biak, tetapi yang dihasilkan nyamuk aedes aegypti yang sudah mengandung wolbachia.

Dengan demikiankasus DBDke depan bisa ditekan menjadi nol kasus bahkan target nol kematianpada 2030 sesuai target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dapat tercapai.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan DKI Jakarta memastikan nyamuk aedes aegypti dengan kandungan wolbachiaselain bisa mengendalikan kasus DBDjuga aman bagi manusia.

Tak hanya itu, Wolbachia juga tidak akan mengurangi populasi nyamuk dan tidak memakai teknologi rekayasa genetika. Sehingga tidak akan mengganggu ekosistem dan mikroorganisme lainnya.

Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ngabila Salamajuga menegaskan teknologi nyamuk dengan kandungan wolbachia ini tidak menjadikan manusia sebagai kelinci percobaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mobil Tabrak Kerumunan Oran...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.