Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bappenas Sebut Ekonomi Biru Bukan Cuma Soal Perikanan

📅 Sabtu, 25 Nov 2023, 11:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bappenas Sebut Ekonomi Biru Bukan Cuma Soal Perikanan Doc: ANTARA/M. Baqir Idrus Alatas
Ket. Deputi Bidang Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Amalia Adininggar Widyasanti saat memberikan dokumen Peta Jalan Ekonomi Biru Indonesia kepada Bupati Biak Herry Ario Naap, di Pulau Biak, Papua, Sabtu (25/11/2023).

BIAK - Deputi Bidang Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan ekonomi biru (blue economy) bukan hanya soal perikanan.

"Ekonomi biru itu tidak hanya melulu mengatakan ini adalah perikanan. Tetapi, kalau kita lihat apa yang disampaikan oleh UNCTAD (United Nations Conference on Trade and Development), sektor-sektor bernilai tambah tinggi adalah manufaktur berteknologi tinggi berbasis kelautan, industri perkapalan, industri peralatan pelabuhan lainnya, serta berbagai potensi pengembangan bioteknologi berbasis kelautan," ujarnya Road to Indonesia Development Forum (IDF) 2023, di Pulau Biak, Papua, Sabtu (25/11).

Sebagai negara yang memiliki luas lautan lebih dari 65 persen, pemanfaatan potensi lautan di Indonesia dinilai belum optimal.

Jika dibandingkan berdasarkan indeks ekonomi biru yang disusun salah satu lembaga internasional, dampak ekonomi dari ekonomi biru di Indonesia belum diperoleh secara maksimal. Sehingga, peringkat Indonesia dalam indeks ekonomi biru dibandingkan dengan negara lain masih di bawah rata-rata.

"Oleh sebab itu, sejak tahun 2021, Bappenas meluncurkan buku yang disebut dengan Blue Economy Development Framework. Buku ini adalah buku pertama yang kita munculkan terkait dengan blue economy dalam rangka untuk membangun paradigma baru, bagaimana pembangunan ekonomi biru ini bisa memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembangunan ekonomi ekonomi Indonesia ke depan," ujar Amalia.

Dalam penyusunan buku tersebut, pihaknya bekerja sama dengan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) sebagai upaya membangun pemahaman bersama dengan para pemangku kepentingan bahwa ekonomi biru itu ekonomi berbasis kelautan, menciptakan nilai tambah, serta meningkatkan produktivitas ekonomi secara inklusif dan berkelanjutan.

Dia menegaskan tiga kata kunci dari paradigma baru dari ekonomi biru ialah nilai tambah (value creation), inklusif, dan berkelanjutan.

Selain itu, pemerintah turut sudah meluncurkan Peta Jalan Ekonomi Biru Indonesia pada Juli 2023 ketika Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) Blue Economy Forum.

Karena itu, Amalia mengatakan peluang ekonomi biru merupakan isu lintas sektoral, bukan hanya berkaitan dengan sektor perikanan, tetapi di bawah naungan seluruh sektor yang memiliki peluang besar untuk bersama-sama menggali nilai tambah lebih baik dari potensi laut.

Ekonomi biru dinilai memiliki prospek masa depan untuk ekonomi Indonesia karena akan memberikan manfaat dalam aspek sosial dan lingkungan, serta membuat ekonomi tanah air lebih inklusif dan berkelanjutan.

"Ekonomi biru adalah arus ekonomi masa depan, di mana peluang ekonomi biru ini adalah banyak dan bervariasi, seperti blue bioteknologi, pariwisata bahari berkelanjutan, digitalisasi untuk pengembangan potensi kekayaan alam kita. Kemudian juga munculnya industri laut baru yang di luar sektor perikanan, misalnya rumput laut, kemudian industri perhiasan berbasis laut, industri makanan berbasis laut, dan juga ekonomi sirkular kelautan bisa kita terapkan, termasuk energi baru terbarukan yang berbasis arus laut maupun berbasis angin (windpower) laut yang bisa menjadi pembangkit listrik energi baru terbarukan," kata dia lagi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.