Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Semua yang Kita Ketahui tentang Pneumonia Misterius di Tiongkok

📅 Jumat, 24 Nov 2023, 13:47 WIB | Oleh:

Bakteri apa yang menyebabkan pneumonia?

Unggahan ProMED kedua menyatakan bahwa ada laporan selama dua bulan terakhir mengenai wabah yang disebabkan oleh bakteri umum yang disebut Mycoplasma pneumoniae . Hal ini biasanya menyebabkan infeksi ringan pada tenggorokan dan tenggorokan, namun juga merupakan penyebab utama pneumonia pada anak-anak yang dirawat di rumah sakit dengan kondisi tersebut di AS.

Namun, menurut moderator ProMED nodul paru yang dijelaskan di Tiongkok bukanlah tipikal Mycoplasma. Mikoplasma biasanya menyebabkan "infiltrat tidak merata", seperti yang terlihat pada sinar-X, bukan nodul paru, meskipun kasus atipikal mungkin terjadi, catat moderator.

Apakah pneumonia telah menyebar ke tempat lain?

Di tengah wabah serupa yang terjadi di Korea Selatan, lebih dari 200 kasus pneumonia telah dilaporkan terjadi pada anak-anak di seluruh negeri. Semua ini disebabkan oleh Mycoplasma , jadi hal ini terpisah dari wabah di Tiongkok atau kasus di Tiongkok juga disebabkan oleh Mycoplasma.

Sebuah surat kabar Korea Selatan mengutip seorang dokter rumah sakit, Ma Sang-hyuk, yang mengatakan negaranya yakin dapat menangani wabah ini.

"Selama wabah Mycoplasma di Korea Selatan pada tahun 2019, 13.500 orang dirawat di rumah sakit," kata surat kabar tersebut.

Mengapa ini terjadi sekarang?

Meningkatnya infeksi saluran pernapasan selama musim dingin adalah hal yang normal. Terlebih lagi, ini adalah musim dingin pertama di Tiongkok sejak lockdown ketat untuk mencegah COVID-19 . Artinya, akan ada lebih banyak anak-anak dari biasanya yang belum pernah terpapar virus dan bakteri tertentu sebelumnya, sehingga tidak memiliki kekebalan.

Selain itu, kekebalan tubuh orang yang sebelumnya pernah terinfeksi virus dan bakteri tersebut akan sedikit memudar. Artinya, gelombang besar infeksi mungkin terjadi, seperti yang terjadi di negara-negara lain setelah lockdown.

Mengapa anak-anak terkena begitu banyak penyakit pada musim dingin ini?

Artinya, kasus pneumonia yang biasanya menyebar selama bertahun-tahun bisa terjadi sekaligus. Hal ini diperkirakan menjadi alasan mengapa terdapat lebih dari 1000 laporan hepatitis akut pada anak-anak secara global pada tahun 2022 , sebagai komplikasi langka dari paparan virus umum yang muncul kembali setelah lockdown.

Apakah akan menyebabkan pandemi lagi?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.