Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Arthashastra, Risalah Kuno tentang Tata Negara

📅 Jumat, 24 Nov 2023, 06:10 WIB | Oleh:

Kautilya menasihati raja untuk menggunakandanda(hukuman) tidak terlalu keras atau terlalu lunak agar dihormati. Arthashastra berbicara tentang berbagai topik dan seolah-olah menyusun sebuah buku teks untuk raja.

Ia pun menjelaskan hampir semua aspek yang mungkin dapat dipikirkan, seperti pelatihan seorang pangeran, merekrut dan mengangkat pejabat, menyelesaikan perselisihan publik, mengejar penjahat, menjaga pasukan dan mata-mata, menaklukkan wilayah dengan mengalahkan raja-raja lainnya.

Ekonomi dan Masyarakat

Lanskap ekonomi Arthashastra berpusat pada pertanian. Di sini pembaca tidak hanya menemukan metode perluasan pertanian dan rincian perpajakan, namun juga banyak informasi mengenai lumbung, gudang hasil hutan, gudang senjata, dan yang paling penting adalah perbendaharaan negara dan seorang pengawas yang ditunjuk untuk mengurus masing-masing lumbung tersebut.

Perlu dicatat bahwa Kautilya menunjukkan perhatian yang besar terhadapkosaatau perbendaharaan (dan menekankan pada cara mengumpulkan kekayaan di seluruh teks). Hal ini karena ia percaya bahwa kekayaan menentukan upaya raja dan pada gilirannya kesejahteraan negara.

Risalah ini memberi penjelasan rinci tentang upah semua jenis orang dan pajak yang harus dipungut. Mengenai kebijakan fiskal, Kautilya menjelaskan berbagai sumber pendapatan negara. Negara mengendalikan produksi dan distribusi berbagai kelompok tetapi tidak sepenuhnya membatasi individu dalam memproduksi dan menjual berbagai produk.

A L Basham dalam bukuThe Wonder That Was India(2000) berpendapat bahwa negara Kautilyan mirip dengan negara sosialisme. Fakta bahwa Kautilya menjadikan tugas negara untuk memperhatikan kelompok-kelompok tertentu yang kurang beruntung telah membuat beberapa sarjana berpendapat bahwa Kautilya mewakili negara kesejahteraan.

Kautilya berbicara panjang lebar tentang raja dan menteri negara tetapi beberapa kelas pekerja lainnya juga dibicarakan. Mari kita lihat dua kelompok yang disebutkan dalam teks namun hampir tidak pernah mendapat pusat perhatian dalam risalah ini atau catatan sejarah lainnya. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

50 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

55 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.