Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kepala Dinas Tata Ruang Diperiksa

📅 Kamis, 23 Nov 2023, 05:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kepala Dinas Tata Ruang Diperiksa Doc: ANTARA/Reno Esnir
Ket. Tersangka Wali Kota Nonaktif Bekasi Rahmat Effendi (kanan) berjalan menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, beberapa waktu lalu.

BEKASI - Kasus korupsi mantan Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi (RE), menyeret anak buahnya. Kepala Dinas Tata Ruang Kota Bekasi, Junaedi, diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) RE.

"Junaedi selaku kepala Dinas Tata Ruang Kota Bekasi diperiksa sebagai saksi," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri, di Jakarta, Rabu.
Namun, Ali belum memberi keterangan lebih lanjut seputar pemeriksaan tersebut.

Rahmat Effendi adalah terpidana perkara suap pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan Pemerintah Kota Bekasi. Dalam persidangan, terungkap peran RE. Dia minta uang kepada instansi dan perusahaan.

Permintaan dilakukan secara langsung dengan memanfaatkan jabatan dan kedudukan selaku Wali Kota Bekasi periode 2013-2022. Selain RE, terdapat empat terpidana lain dalam kasus tersebut. Mereka adalah Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kota Bekasi Jumhana Luthfi Amin yang divonis lima tahun penjara.

Kemudian, mantan lurah Jati Sari Mulyadi divonis penjara 4 tahun 6 bulan. Mantan sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi, M Bunyamin, divonis 4 tahun 6 bulan. Terakhir, mantan camat Jatisampurna Wahyudin divonis empat tahun.

Para terpinada juga didenda sejumlah uang.Sebelumnya, KPK juga memanggil Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Reny Hendrawati, untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus yang sama. Namun, hingga kini, belum dijelaskan hasil pemeriksaan baik dari Reny maupun Junaedi. Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

49 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

52 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.