DPR Minta Pemerintah Waspadai Hantavirus Andes Meski WHO Sebut Risiko Rendah
📅 Kamis, 21 Mei 2026, 16:40 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Ravindra Airlangga menegaskan kewaspadaan perlu tetap ditingkatkan meskipun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan risiko kesehatan masyarakat global akibat kasus hantavirus varian Andes masih berada pada tingkat rendah.
"Walaupun WHO menyebut risikonya rendah dan ini bukan awal pandemi baru, pemerintah tetap harus menyiapkan langkah mitigasi secara menyeluruh. Kita tidak boleh lengah," kata Ravindra dalam keterangan di Jakarta, Kamis (21/5).
Ravindra mengatakan Balai Karantina Kesehatan harus siaga di setiap pintu masuk negara, baik bandara internasional maupun pelabuhan laut.
Pemerintah, lanjut dia, juga diminta melakukan skrining kesehatan secara komprehensif terhadap penumpang kapal dan pesawat, terutama mereka yang memiliki riwayat perjalanan dari negara berisiko tinggi, seperti negara-negara di Amerika Selatan.
Ravindra menjelaskan hantavirus varian Andes merupakan satu-satunya varian hantavirus yang diketahui dapat menular antar-manusia melalui kontak erat dan berkepanjangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Varian Andes memiliki karakteristik berbeda, karena dapat menular antar-manusia. Walaupun sampai saat ini belum terdeteksi di Indonesia, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan," ujarnya.
Ravindra menambahkan kasus hantavirus yang ditemukan di Indonesia selama ini merupakan tipe Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS)strain Seoul Virus. Penularannya terjadi secara zoonosis melalui Tikus Got (Rattus norvegicus) dan Tikus Rumah (Rattus rattus), sehingga tidak menular antar-manusia.
Legislator Dapil Jawa Barat V itu juga mendorong kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam meningkatkan sanitasi lingkungan, pengendalian populasi tikus, serta pengawasan kesehatan di wilayah rawan seperti pelabuhan, gudang logistik, kawasan padat penduduk, dan daerah pasca-banjir.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, Indonesia membutuhkan sistem mitigasi nasional yang terintegrasi, mulai dari surveilans epidemiologi, kapasitas laboratorium, kesiapan rumah sakit, hingga respons cepat di daerah.
"Ketahanan kesehatan nasional harus menjadi bagian penting dari ketahanan negara. Dengan sistem yang kuat, kita dapat mendeteksi dan menangani ancaman penyakit menular secara cepat dan efektif," ucap Ravindra Airlangga.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!