Perjuangan Masyarakat Adat Merebut Kembali Tanah Leluhur
📅 Senin, 20 Nov 2023, 14:04 WIB | Oleh: Tim PenulisDaro Minarchek juga mengamati bagaimana desa Ciptagelar mengirim dua pemuda ke Jepang untuk belajar perkebunan komersial dan meningkatkan produktivitas. Banyak komunitas pribumi yang ragu terhadap jenis pendidikan tertentu yang menjauhkan generasi muda dari masyarakat, jelas Minarchek, tapi mereka tidak memandang remeh pendidikan.
Dalam kasus Kasepuhan Cisungsang, putra mahkota dan beberapa orang lainnya diperbolehkan masuk perguruan tinggi dengan syarat kembali ke desa dan cara hidup mereka.
Dalam beberapa tahun terakhir, desa ini juga mengundang pengunjung internasional untuk menghadiri festival panen tahunan Seren Taun, sebuah upacara syukuran atas semua berkah yang diterima sepanjang tahun. Tradisi ini terekam dalam film dokumenter pendek tahun 2016 berjudul Harvest Moon Ritual.
Adaptasi ini bukanlah hal baru, kata Daro Minarchek, menunjuk pada praktik keagamaan masyarakat. Kasepuhan Cisungsang saat ini menganut agama Islam tetapi menggabungkannya dengan praktik leluhur, termasuk animisme perdukunan, serta praktik Hindu dan Buddha.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Mengatakan bahwa ini adalah komunitas dari 700 tahun lalu yang belum mampu menghadapi masa depan adalah klaim yang tidak manusiawi," tegas Daro Minarchek.![]()
Kalpana Jain, Senior Religion + Ethics Editor/ Director of the Global Religion Journalism Initiative, The Conversation
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!