Junta Rebut Kembali Pauktaw
📅 Senin, 20 Nov 2023, 02:59 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: REUTERS/Chanchinmawia
YANGON - Junta militer Myanmar mengatakan bahwa mereka telah kembali menguasai sebuah kota pesisir di Negara Bagian Rakhine, hampir dua hari setelah kota tersebut direbut oleh pasukan etnis bersenjata Arakan Army (AA).
Pauktaw, sebuah kota pesisir yang terletak sekitar 30 kilometer sebelah timur ibu kota Rakhine, Sittwe, jatuh ke tangan AA setelah kelompok tersebut menyerbu kantor polisi pada Rabu (15/11) malam dan memaksa sekitar 70 personel junta militer untuk menyerah.
Keesokan harinya, rezim mengerahkan kapal-kapal angkatan laut dan helikopter tempur membombardir kota tersebut, dan akhirnya berhasil merebut kembali kota tersebut pada Jumat (17/11) sore.
"Pasukan Junta sekarang telah mengambil posisi di kantor polisi dan di puncak bukit di dekatnya," lapor narasumber kepada Myanmar Now.
Akibat bentrokan itu, ribuan orang yang terjebak di Pauktaw dan banyak dari mereka yang menggunakan media sosial untuk memohon bantuan agar dapat keluar.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami terjebak dan tidak tahu apa yang terjadi di luar sana. Kami tidak berani meninggalkan rumah. Di rumah kami ada seorang anak, tiga orang tua, dan lima orang lainnya. Pada malam hari, kami bisa mendengar suara tembakan senjata. Kami tidak tidur sama sekali semalam," tutur seorang perempuan di media sosial.
Sementara sebagian besar orang melarikan diri dari kota berpenduduk sekitar 20.000 orang itu, karena takut akan pembalasan junta setelah AA mengibarkan benderanya di atas kantor polisi, banyak juga yang tetap tinggal untuk melindungi harta benda mereka.
"Ada banyak orang yang terjebak di kota. Beri mereka waktu satu atau dua jam untuk pergi," kata seorang petugas bala bantuan lokal, yang menyarankan agar Komite Palang Merah Internasional (ICRC) turun tangan untuk mengkoordinasikan upaya evakuasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami tidak bisa melakukan evakuasi, tapi ICRC bisa," ucap petugas itu.
Sementara itu, ada laporan bahwa tentara junta yang telah berpatroli untuk menangkapi orang-orang yang meninggalkan rumah mereka.
Langgar Gencatan Senjata
Juru bicara junta, Zaw Min Tun, yang mengkonfirmasi pada Jumat bahwa tentara junta telah mengambil alih kembali kendali Pauktaw, menuduh AA sehari sebelumnya telah menghancurkan Negara Bagian Rakhine dengan melanggar gencatan senjata pada awal pekan ini.
Pada Senin (13/11) lalu, kelompok AA tersebut melakukan beberapa serangan terhadap target-target junta di Kota Rathedaung dan Minbya di negara bagian tersebut sebagai bagian dari serangan yang lebih luas yang dijuluki Operasi 1027, yang diluncurkan dengan sekutunya di Negara Bagian Shan utara pada akhir bulan lalu.
Keesokan harinya, empat penduduk desa Rohingya di Sin Gyi Pyin di Kotapraja Minbya terbunuh ketika pasukan junta yang ditempatkan di dekat desa itu melepaskan tembakan dengan artileri berat. Sedikitnya 13 orang lainnya terluka, termasuk seorang anak berusia satu tahun dalam gempuran artileri itu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!