Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tolak Bayar Tebusan, Peretas Membocorkan Data Boeing Sebesar 45 GB

📅 Minggu, 19 Nov 2023, 09:50 WIB | Oleh:
Tolak Bayar Tebusan, Peretas Membocorkan Data Boeing Sebesar 45 GB Doc: Istimewa
Ket. Setelah tenggat waktu berlalu, kelompok siber yang terkait dengan Rusia, LockBit, menindaklanjuti ancamannya untuk mengunggah sejumlah besar informasi perusahaan secara daring.

CHICAGO - Sebuah kelompok peretas baru-baru ini membocorkan data perusahaan Boeing sebesar 45 gigabyte data secara online, setelah raksasa industri dirgantara Amerika Serikat itu menolak membayar tebusan yang diminta.

LockBit, geng siber yang terkait dengan Rusia, mengaku bertanggung jawab atas serangan pada 27 Oktober.

"Data sensitif telah diambil dan siap dipublikasikan jika Boeing tidak menghubungi dalam tenggat waktu!" kata geng tersebut di situs pembocorannya.

Dikutip oleh IT Brew, ransomware, virus yang berfokus menyerang sistem enkripsi data pada perangkat, telah menjadi masalah besar pada tahun 2023, dan geng-geng kini dapat menyebarkan malware lebih cepat dari sebelumnya.

Boeing mengakui peretasan tersebut pada hari yang sama. Dalam email tertanggal 2 November ke Cybersecurity Dive.

"Mengetahui adanya insiden dunia maya yang berdampak pada elemen bisnis suku cadang dan distribusi kami, namun masalah ini tidak memengaruhi keselamatan penerbangan," kata perusahaan tersebut.

Setelah tenggat waktu berlalu, LockBit pada Jumat (10/11), menindaklanjuti ancamannya dengan mengunggah sejumlah besar informasi perusahaan secara online. Kebocoran tersebut mencakup file Citrix dari perusahaan komputasi awan, kontrol keamanan, pencadangan email, dan banyak lagi.

Analis keamanan siber Dominic Alvieri mengatakan kepada The Register bahwa email perusahaan termasuk dalam kebocoran tersebut.

"Saya belum membahas keseluruhan kumpulan datanya, namun email Boeing dan beberapa email lainnya terlihat berguna bagi mereka yang mempunyai niat jahat," kata Alvieri.

Tim MalwareHunter meninjau kebocoran tersebut dan memperkirakan kebocoran kemungkinan besar berasal dari Aviall, distributor suku cadang yang dibeli Boeing pada tahun 2006. Karena 17 tahun integrasi Aviall dengan sistem Boeing, Tim MalwareHunter berpendapat bahwa tingkat keparahan pelanggaran tersebut bisa jadi lebih buruk daripada yang telah diketahui.

"Pertanyaannya adalah seberapa besar jaringan perusahaan-perusahaan tersebut digabungkan dalam 17 tahun terakhir," tulis tim tersebut di X.

"Karena jika tidak terlalu banyak & LockBit benar-benar hanya merusak jaringan Aviall, masalahnya tidak terlalu buruk, 'hanya' buruk bagi Boeing," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.