“The Ballad of Songbirds and Snakes', menilik masa muda Coriolanus Snow
📅 Minggu, 19 Nov 2023, 19:25 WIB | Oleh: Tim PenulisKarena itu, aksi jagal dalam gelanggang terkesan lebih kejam dan mencekam, apalagi saat kita tahu bahwa para tribut bukanlah orang yang ingin bertempur, namun mereka harus pasrah dengan nasib yang ditentukan dengan undian saat reaping day.
Dengan menilik kembali film-film sebelumnya, The Hunger Games: The Ballad of Songbirds and Snakes menunjukkan Hunger Games sudah berkembang dengan sangat pesat hingga saat Katniss Everdeen dan Peeta Mellark menghadapi Hunger Games ke-74 dan 75.
Terlihat pula dalam film ini peran Coriolanus terhadap "penyempurnaan" sistem Hunger Games bahkan sebelum ia menjadi pemimpin Panem.
Film ini berhasil menggambarkan bisa jadi sebengis apa seorang manusia apabila kekuasaan ada di tangannya, bahkan saat "mencicipinya" barang sekali. Salah satunya terlihat kala Coryo mengaku kepada Tigris bahwa ia merasakan sesuatu yang menggelora dan di hatinya setelah membunuh seorang tribut yang hampir menyerangnya di gelanggang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, film ini juga sedikit banyak memberi jawaban kenapa Coriolanus Snow bisa jadi sangat brutal di film-film The Hunger Games sebelumnya. Apalagi, Snow muda sudah memperlihatkan bibit-bibit kebengisannya di film ini.
Namun, film ini terasa agak tanggung karena aspek-aspek di sekeliling Coryo yang membuatnya menjadi Presiden Snow di kemudian hari, serta petualangan asmaranya dengan Baird, kurang digali lebih dalam.
Sebagai prekuel, rasanya tidak akan terlalu canggung apabila perkenalan terhadap serial film The Hunger Games dimulai dari film ini, utamanya karena tokoh utama di film ini berbeda dari keempat film The Hunger Games sebelumnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski begitu, menonton film-film sebelumnya akan amat membantu untuk lebih memahami dinamika Hunger Games yang ada di film ini, utamanya karena film ini lebih berfokus pada perkembangan pribadi Snow muda daripada gelanggang penjagalan itu sendiri.
Bagaimanapun, film ini tetap menjadi pilihan tontonan yang menarik bagi pencinta The Hunger Games maupun pencinta film yang hendak mencari tontonan yang seru menjelang akhir tahun.
Film garapan Lionsgate ini sudah hadir di bioskop-bioskop Indonesia sejak 15 November kemarin, lebih dulu dari Amerika Serikat yang baru dapat menikmati film ini pada 17 November. Ant/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!