Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Atasi Segera Masalah Kesenjangan Sosial

📅 Kamis, 16 Nov 2023, 09:18 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Atasi Segera Masalah Kesenjangan Sosial Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Indonesia dinilai sulit menjadi negara maju jika masalah kemiskinan dan kesenjangan sosial tidak diselesaikan. Cita-cita agar pertumbuhan ekonomi di level 6-7 persen hanyalah mimpi apabila dua masalah utama itu tak diselesaikan.

Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan, pesimistis pertumbuhan ekonomi nasional mampu berada di level 6-7 persen. Sebab, selama ini saja masih di sekitar 5 persen.

"Kita terlalu jauh menjadi negara maju. Itu masih mimpi," tegasnya kepada Koran Jakarta, Rabu (15/11).

Dia mengatakan target itu jangan terlalu tinggi, selesaikan dulu masalah di depan mata seperti bagaimana memberantas kemiskinan dan kesenjangan sosial. Dia mengatakan kriteria negara maju saat ini adalah pendapatan per kapita sekitar 12.000 dollar AS, sementara Indonesia masih jauh di bawah itu.

"Ekonomi Indonesia mengandalkan sektor pertambangan. Kita bergantung ke ekspor komoditas yang beberapa tahun lagi habis," tegasnya.

Direktur Program Indef, Esther Sri Astuti, mendorong pemerintah meningkatkan belanja di sektor riil yang bersentuhan langsung dengan rakyat, termasuk program padat karya dan sejenisnya.

Dia juga meminta utang itu harus produktif, antara lain bisa bermanfaat untuk mengungkit ekonomi kalangan bawah. "Jangan sampai utang untuk konsumtif tidak ada manfaatnya buat mengentas kemiskinan," tegas Esther.

Stimulus Ekonomi

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya terus mempercepat pelaksanaan program Padat Karya Tunai (PKT) atau cash for work Tahun Anggaran (TA) 2023.

Langkah itu dimaksudkan untuk mendistribusikan anggaran infrastruktur kerakyatan hingga ke desa/ pelosok serta mendorong perekonomian masyarakat dan memperluas lapangan pekerjaan sehingga berdampak bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan.

Salah satu program Padat Karya yang diselenggarakan dalam skala kawasan perdesaan, yakni Kegiatan Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW).

Pelaksanaan kegiatan PISEW berada di kawasan perdesaan yang terdiri dari 2 (dua) desa dan secara administratif berada pada wilayah kecamatan yang sama serta berbatasan langsung, dalam hal ini merupakan wilayah yang mempunyai kegiatan utama pertanian, termasuk pengelolaan sumber daya alam dengan susunan fungsi kawasan.

Jenis infrastruktur yang dapat dibangun melalui kegiatan PISEW TA. 2023 antara lain jalan dan jembatan, tambatan perahu, dan bangunan pasar.

Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya, Kementerian PUPR, Diana Kusumastuti, mengatakan selama lima tahun terakhir, kegiatan PISEW diselenggarakan di 5.090 lokasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.