Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bagas/Fikri Ingin Perbaiki Fokus Usai Tersingkir di Kumamoto Masters

📅 Selasa, 14 Nov 2023, 17:10 WIB | Oleh:
Bagas/Fikri Ingin Perbaiki Fokus Usai Tersingkir di Kumamoto Masters Doc: ANTARA/HO/PP PBSI
Ket. Ganda putra Indonesia Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri saat berlaga di babak 32 besar Kumamoto Masters 2023 di Jepang, Selasa (14/11).

JAKARTA - Pasangan ganda putra Indonesia Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri mengatakan ingin segera memperbaiki fokus mereka setelah gagal melaju ke babak kedua turnamen Kumamoto Masters 2023 di Jepang, Selasa.

Bagas/Fikri harus mengakui keunggulan wakil tuan rumah Akira Koga/Taichi Saito dua gim langsung 18-21, 16-21 di babak 32 besar turnamen BWF Super 500 tersebut.

"Hasilnya cukup mengecewakan. Hasil akhirnya tidak seperti yang diinginkan. Gim pertama, skornya juga kejauhan, sampai tertinggal 1-7. Tadi adaptasinya juga kurang cepat. Saat masuk lapangan kurang in," ujar Fikri, dikutip dari keterangan singkat PP PBSI.

Keduanya sepakat bahwa dari awal laga, pasangan Jepang mampu menentukan pola permainan sehingga membuat Bagas/Fikri tidak dapat mengantisipasi serangan dengan baik.

"Setelah pelan-pelan bisa mengejar dan menemukan pola, sayang kami tetap kalah. Dari awal permainan kami tidak bisa keluar seperti yang diharapkan. Kami belum bisa bermain lepas," kata Bagas.

Selain itu, terdapat keputusan wasit yang juga cukup mengganggu konsentrasi Bagas/Fikri, di poin krusial 17-17. Bola yang mulanya mereka kira masuk, ternyata dinyatakan keluar oleh wasit sehingga keunggulan berbalik untuk Koga/Saito.

"Tadi sempat terganggu insiden yang tak diingingkan di poin 17-17 jadi 17-18 untuk lawan. Pukulan kami masuk tapi dinyatakan keluar umpire. Sedikit terganggu juga karena hilang satu poin di angka tua," kata Bagas.

Selepas gim pertama, Bagas/Fikri mencoba mencari formula yang lebih tepat untuk memenangkan gim kedua. Keduanya pun menemukan pola permainan yang cukup efektif. Namun, Bagas/Fikri mengatakan mereka malah membuat banyak kesalahan sendiri yang memberikan keuntungan bagi lawan untuk mendapatkan poin mudah.

"Pada gim kedua, kami mencoba bermain lebih tenang dan ternyata bisa unggul 11-8 di interval gim kedua. Sayang setelah itu, kami banyak kesalahan sendiri dan terkejar. Permainan kami jadi tidak oke dan kalah," kata Fikri.

"Gim kedua sebenarnya kami mulai enak permainannya. Sayang setelah interval banyak salah sendiri dan tersusul. Kami banyak kehilangan poin. Mau mengejar sudah susah karena perbedaan poinnya terlalu jauh," ujar Bagas menambahkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

PSG Gandeng Google, Gemini Resmi Jadi Asisten AI Klub

18 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
PSG Gandeng Google, Gemini ...

Tren Mendaki "Tek Tok" Makan Korban, Malaysia Larang Jalur Berisiko

24 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Tren Mendaki "Tek Tok" Maka...
Luar Negeri
Kenapa Ada Kebijakan Baru I...
Olahraga
Ini Klasemen Grup A Piala A...
Luar Negeri
Semoga Tidak Ada Korban Jiw...
Ekonomi
Diversifikasi Ekspor Jadi K...

Deflasi Juli Jadi Alarm Sekaligus Peluang bagi Stabilitas Ekonomi

Deflasi Juli Jadi Alarm Sekaligus Peluang bagi Stabilitas Ekonomi

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.