Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Persaingan di Sepang Semakin Panas

📅 Jumat, 10 Nov 2023, 07:34 WIB | Oleh:
Persaingan di Sepang Semakin Panas Doc: Money SHARMA / AFP
Ket. pertarungan pembalap teratas I Pembalap Mooney VR46 Racing Team asal Italia, Marco Bezzecchi memimpin sepeda motornya saat Grand Prix MotoGP India di Sirkuit Internasional Buddh di Greater Noida di pinggiran New Delhi, beberapa waktu lalu. Bezzecchi mengoleksi 310 poin, namun secara realistis ini adalah pertarungan langsung antara dua pembalap teratas.

SEPANG - Francesco Bagnaia dan Jorge Martin akan melanjutkan duel sengit dalam perebutan gelar MotoGP ke grand prix Malaysia di Sepang akhir pekan ini. Kedua pembalap bersaing ketat di klasemen dengan tiga balapan tersisa.

Bagnaia dari Italia menduduki puncak klasemen dengan 389 poin, sedikit di depan Martin yang memiliki 376 poin. Pembalap asal Spanyol itu memangkas jarak dengan kemenangan dalam balapan yang mendebarkan di Thailand.

Harapan Marco Bezzecchi secara matematis masih hidup dalam perebutan gelar juara dunia dengan berada di posisi ketiga. Bezzecchi mengoleksi 310 poin, namun secara realistis ini adalah pertarungan langsung antara dua pembalap teratas.

Maksimal 111 poin diperebutkan dalam tiga seri tersisa termasuk di sprint race. Bagnaia dari Ducati adalah juara bertahan. Martin yang mengejar mahkota dunia pertamanya secara bertahap berhasil mengalahkan rivalnya di paruh kedua musim yang terdiri dari 20 seri.

Pembalap tim Pramac itu meningkatkan tekanan dengan memenangkan balapan sprint ketujuh musim ini di Thailand. Dia melanjutkan dengan memastikan kemenangan grand prix keempat di tahun 2023.

Martin yang berusia 25 tahun mengaku tidak bisa tidur di malam hari saat musim rollercoaster akan segera tiba. "Saya akui bahwa sudah merasakan tekanannya," ujarnya setelah kemenangannya di Buriram.

"Saya belum tidur. Saya butuh empat atau lima hari untuk tidak memikirkan sepeda motor. Saya hancur secara mental," sambungnya. Bagnaia yang berusia 26 tahun juga tampil emosional di Thailand dan sangat kecewa karena finis ketujuh dalam balapan sprint.

Pembalap Italia itu melewati garis finis di posisi ketiga, di belakang Brad Binder, di grand prix. Tapi dia diberikan posisi kedua setelah pembalap Afrika Selatan itu mendapat penalti satu tempat karena melampaui batas lintasan di lap terakhir.

"Saya hanya sedikit marah karena kehilangan terlalu banyak poin dalam sprint. Saya perlu sedikit meningkatkannya," ujar Bagnaia, yang menang di Malaysia tahun lalu setelah Martin terjatuh.

Pengalaman pembalap Italia itu memenangkan gelar juara dunia tahun lalu bisa menjadi keuntungan saat mendekati akhir musim. "Dalam hal tekanan, tahun lalu lebih tinggi," ujar Bagnaia. "Itu lebih intens dan saya merasakan lebih banyak beban di pundak," sambungnya.

"Tahun ini berbeda. Saya merasakan banyak tekanan, tetapi dengan cara yang lebih memotivasi," tandasnya.

Cuaca

Seperti di Thailand dua pekan lalu, cuaca kembali menjadi faktor yang menjadi hambatan di Malaysia. Suhu sepanjang pekan ini diperkirakan akan mencapai 33 derajat Celcius ditambah dengan kelembaban yang buruk dan ancaman badai petir tropis yang selalu ada.

Sirkuit Internasional Sepang, dekat Kuala Lumpur, dulunya menjadi tuan rumah Formula 1 dan memberikan banyak kesempatan untuk balapan kecepatan tinggi dan menyalip. Ini adalah trek lebar dengan dua lintasan lurus panjang dan salah satu lap terpanjang di MotoGP.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Janice/Chong Singkirkan Ung...
Ekonomi
Sentimen The Fed Masih Domi...
Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.