IMF Ungkap Perang Timteng akan Perlambat Pertumbuhan Ekonomi Global
📅 Rabu, 15 Apr 2026, 21:48 WIB | Oleh: Ilham SudrajatWASHINGTON DC - Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan bahwa perang di Timur Tengah berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi global. Selain itu, perang tersebut akan meningkatkan inflasi dan risiko resesi, dilansir dari New York Times edisi Rabu (15/4).
Konflik yang melibatkan Iran ini dinilai telah mengganggu stabilitas ekonomi dunia. Sebelumnya, ekonomi global relatif mampu bertahan dari pandemi serta perang antara Russia dan Ukraina.
Dalam laporan World Economic Outlook, IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan global menjadi 3,1 persen tahun ini. “Prospek ekonomi global memburuk akibat meningkatnya ketidakpastian dan gejolak harga energi,” ucap kepala ekonom IMF, Pierre-Olivier Gourinchas.
Gangguan pada pasokan energi terjadi terutama di kawasan Selat Hormuz. Kondisi ini mendorong lonjakan harga minyak hingga melampaui 100 dollar per barel serta kenaikan tajam harga gas dan pupuk.
Kondisi ini berpotensi meningkatkan biaya produksi dan menekan daya beli masyarakat di berbagai negara. IMF juga memaparkan sejumlah skenario dampak ekonomi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam skenario terburuk, pertumbuhan global dapat turun hingga 2 persen. Selain penurunan pertumbuhan global, inflasi juga diperkirakan dapat mencapai 6 persen.
Dampak paling besar diperkirakan akan dirasakan oleh negara-negara berkembang. Sementara itu, ekonomi global secara keseluruhan menghadapi tekanan yang semakin berat akibat konflik yang belum mereda. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!