Hadapi Tantangan Pekerjaan Baru di Masa Depan Anak Perlu Dibekali Hard dan Soft Skill
📅 Jumat, 10 Nov 2023, 20:15 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: istimewa
TANGERANG SELATAN- LaporanWorld Economic Forum: "The Future of Jobs"menyatakan bahwa 65 persen dari anak-anak yang lahir di sekarang akan menghadapi tantangan di mana pekerjaan-pekerjaan di masa mendatang. Kemungkinan besar pekerjaan-pekerjaan itu tergolong baru atau belum ada saat ini.
Lembaga pendidikan yang mengembangkan potensi dan keterampilan anak CURIOOkids hadir untuk pertama kalinya di Indonesia untuk mengatasi tantangan ini. Kurikulum yang disampaikan dirancang untuk membantu mengasah potensi anak-anak Indonesia secara optimal dengan membangun berbagai keterampilan, pola berpikir danlearning behaviour, yang nantinya dapat digunakan mereka untuk menghadapi tantangan-tantangan di masa datang.
Global CEO and Founder CURIOOkids Paul Blackstone,mengatakan, tantangan masa depan yang akan anak-anak hadapi nanti penuh dengan ketidakpastian. Untuk mengantisipasi hal itu, anak-anak perlu disiapkan untuk menemukan potensi diri mereka, dengan mengembangkanlearning behaviour, agar nantinya mampu membangun masa depan yang sukses.
"Demi mewujudkannya pendampingan kepada anak-anak harus dilakukan sekarang. Target CURIOOkids adalah anak-anak berusia dari 4 tahun sampai 12 tahun," katanya dalam acara peluncuranCURIOOkidsIndonesiadi Bintaro, Tangerang Selatan, Kamis (10/11).
Blackstone menerangkan, ada 4 filosofi yang dianut oleh CURIOOkids.Pertama, setiap anak itu unik yang memiliki talenta masing-masing.Kedua, setiap anak membutuhkan perkembanganlearning behaviouryang spesifik, tidak bisa disama-ratakan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketiga, penggunaan Bahasa Inggris membuka 'pintu' untuk anak-anak supaya dapat berkomunikasi lebih luas secara efektif di dunia nyata.Keempat, materi pengajaran yang bertujuan untuk mempersiapkan anak-anak agar dapat berhasil secara akademis dan dalam kehidupan sehari-hari.
President Director CURIOOkids IndonesiaKish Gill, menekankan, CURIOOkids percaya bahwa perilaku belajar (learning behaviour) menjadi kunci krusial agar anak mampu bertahan, dan bahkan sukses menjalani situasi zaman yang terus berubah. Perilaku belajar tersebut dikembangkan dengan memberi pendampingan kepada anak-anak dalam mengasahhard skilldansoft skil.
"Pengasahanhard skilldansoft skilantara lain dalam kecakapan berbahasa, penggunakan teknologi digital, pemikiran kreatif, kolaborasi tim, pemecahan masalah, dan berpikir secara kritis," kata dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Gill mengaklaim, efektivitas kurikulum CURIOOkids juga diakui secara internasional. Salah satu penghargaan internasional yang diraih tahun ini yaitu Edtech Breakthrough Award 2023 dan Creativity Curriculum Solution of the Year 2023 di Amerika Serikat.
Kurikulum komprehensif CURIOOkids Indonesia berfokus pada empat subjek pelajaran utama, meliputi, Desain Kreatif, Teknologi, Wirausahawan, dan, Komunikasi (Bahasa Inggris). Keempatnya dipercaya merupakanhard skillspenting untuk membentuk pondasi yang menunjang perkembangan anak-anak.
"CURIOOkids juga mengusung empat metode untuk membangunsoft skillsanak-anak dalam berkembang, yang antara lain adalah Cross-Curricular Learning, Project-Based Learning, Experiential Learning, dan Inquiry-Based Learning," papar Bill.
Menurut Bill, anak-anak yang lebih aktif dan dominan berbicara dibanding para pengajarnya dapat mendorong anak-anak untuk lebih kritis mengajukan lebih banyak pertanyaan agar mereka dapat menciptakan proyek sendiri. Dengan cara ini diharapkan lambat laun anak-anak dapat menyelesaikan masalah yang muncul secara mandiri.
"CURIOOkids juga mengimplementasikan praktik secara langsung yang mendorong anak-anak untuk menggunakan seluruh panca indera mereka dalam merasakan, mengalami, dan mengembangkan diri mereka. Jadi, pola belajar yang diterapkan bukan hanya belajar teori atau banyak berdiam di meja," lanjut Bill.
Ia menilai CURIOOkids selaras dengan misi Kurikulum Merdeka yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia. Seperti diketahui kurikulum ini mencanangkan para pelajar agar mereka lebih condong untuk belajar dari pengalaman-pengalaman dalam mempraktikkan apa yang dipelajari sehari-hari.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!