Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Minyak Mentah Naik Tipis, Pasar Abaikan Data Inflasi Tiongkok

📅 Kamis, 09 Nov 2023, 10:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Minyak Mentah Naik Tipis, Pasar Abaikan Data Inflasi Tiongkok Doc: CNA/REUTERS/Tatiana Meel
Ket. Kapal curah Yan Dun Jiao 1 di pelabuhan peti kemas Vostochny di pantai Teluk Nakhodka dekat kota pelabuhan Nakhodka, Russia 12 Agustus 2022.

BEIJING - Harga minyak naik tipis pada Kamis (9/11) karena pasar mengabaikan indikator deflasi di Tiongkok dan mencari petunjuk lebih lanjut mengenai status permintaan dari dua konsumen minyak terbesar dunia.

Minyak mentah berjangka Brent naik 62 sen, atau 0,8 persen, menjadi 80,16 dolar AS per barel pada pukul 01.45 GMT. Minyak mentah berjangka WTI AS naik 61 sen, atau 0,8 persen, menjadi 75,94 dolar AS per barel.

Kenaikan tersebut terjadi sehari setelah kedua benchmark tersebut turun lebih dari 2 persen ke level terendah sejak pertengahan Juli karena kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan di Timur Tengah mereda dan kekhawatiran terhadap permintaan AS dan Tiongkok meningkat.

Data inflasi Tiongkok yang dirilis pada hari Kamis menunjukkan bahwa CPI bulan Oktober turun 0,2 persen tahun ke tahun, sedangkan data PPI turun 2,6 persen tahun ke tahun.Hal ini sejalan dengan jajak pendapat Reuters yang memperkirakan CPI akan turun 0,1 persen dan PPI 2,7 persen.

Awal pekan ini, data bea cukai menunjukkan bahwa total ekspor barang dan jasa Tiongkok mengalami kontraksi lebih cepat dari perkiraan, meskipun impor minyak mentah negara tersebut pada bulan Oktober cukup tinggi.

Di sisi positifnya permintaan minyak, Gubernur Bank Sentral Tiongkok Pan Gongsheng mengatakan, negaranya diperkirakan akan mencapai target pertumbuhan tahunan sebesar 5 persen untuk tahun ini.

Bagi Amerika Serikat, data inventaris mungkin menunjukkan melemahnya permintaan.Persediaan minyak mentah AS meningkat 11,9 juta barel selama seminggu hingga 3 November, kata sumber yang mengutip angka American Petroleum Institute.

Jika terkonfirmasi, angka ini akan mewakili kenaikan mingguan terbesar sejak Februari.Namun, Administrasi Informasi Energi (EIA) AS telah menunda rilis data persediaan minyak mingguan hingga 15 November untuk peningkatan sistem.

Barclays pada Rabu memangkas perkiraan harga minyak mentah Brent untuk tahun 2024 sebesar 4 dolar AS menjadi 93 dolar AS per barel, mengutip ketahanan pasokan minyak AS dan produksi yang lebih tinggi dari Venezuela menyusul pelonggaran sanksi terhadap produsen Amerika Latin tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.