Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perekonomian Dunia 2024 Lebih Lemah dari 2023

📅 Rabu, 08 Nov 2023, 00:02 WIB | Oleh:
Perekonomian Dunia 2024 Lebih Lemah dari 2023 Doc: ISTIMEWA
Ket. SRI MULYANI Menteri Keuangan - IMF memprediksi bahwa perekonomian 2024 itu akan melemah atau bahkan lebih lemah dibanding tahun 2023.

JAKARTA - Proyeksi perekonomian tahun depan akan berat karena kondisi global saat ini sedang penuh ketidakpastian. Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) memprediksi bahwa perekonomian 2024 itu akan melemah atau bahkan lebih lemah dibanding 2023.

"IMF memprediksi bahwa perekonomian 2024 itu akan melemah atau bahkan lebih lemah dibanding tahun 2023," kata Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani dalam sambutannya pada rapat koordinasi pengendalian inflasi yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (6/11) dan dihadiri ratusan kepala daerah.

Menkeu menjelaskan inflasi bukan hanya fenomena lokal, namun juga dipengaruhi kondisi global. Karena itu, kepala daerah harus memahami perekonomian dunia.

Dia bilang kondisi global saat ini sedang penuh ketidakpastian. Negara besar seperti Amerika Serikat, Tiongkok, dan kawasan Eropa sedang dalam kondisi yang tidak mudah dan berdampak ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. "Karena kawasan ini mempengaruhi dunia lebih dari 40%," kata dia.

Inflasi Tinggi

Menkeu mengatakan Amerika Serikat sekarang sedang dilanda inflasi tinggi. Untuk mengerem inflasi itu, bank sentral The Fed menaikkan suku bunga acuan yang cukup ekstrem, yaitu 5 persen dalam jangka waktu hanya 14 bulan.

"Ini telah menyebabkan capital outflow dari seluruh negara, modal itu kembali disedot ke Amerika Serikat," kata dia.

Inilah yang kata Menkeu, menyebabkan mata uang seluruh negara mengalami depresiasi. Depresiasi, kata dia, menyebabkan inflasi barang impor atau imported inflation.

Sebelumnya, seperti dikutip dari Antara, Menkeu mengatakan IMF memperkirakan pertumbuhan global pada 2023 mencapai 3 persen, serta melambat pada 2024 menjadi 2,9 persen. "Pertumbuhan ekonomi global melambat dengan adanya ketidakpastian yang meningkat tinggi, disertai divergensi pertumbuhan antarnegara yang makin melebar," kata Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang juga Menkeu ini.

Bendahara Negara itu menjelaskan ekonomi Amerika Serikat sebagai salah satu yang terbesar hingga saat ini mulai menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Pertumbuhan itu ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan sektor jasa Amerika Serikat.

Sementara itu, perekonomian Tiongkok saat ini justru menunjukkan perlambatan, karena dipengaruhi perlemahan konsumsi dan krisis di sektor properti.

Tekanan inflasi juga diperkirakan masih berlanjut. Hal itu dipicu oleh kenaikan harga energi dan pangan akibat eskalasi konflik geopolitik, terjadinya fragmentasi ekonomi, serta terjadinya fenomena El Nino.

Untuk itu, Sri Mulyani memproyeksikan suku bunga The Fed atau Federal Funds Rate (FFR) masih akan berada di level yang tinggi untuk jangka waktu yang lama (higher for longer).

Menkeu menilai, kenaikan suku bunga global akan diikuti oleh kenaikan imbal hasil (yield) obligasi AS akibat peningkatan kebutuhan pembiayaan Pemerintah AS dan risiko premi jangka panjang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

22 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

32 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

37 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...

Indonesia Turun Full Team Buat Kikis Kekuatan Vietnam

44 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...

Kapal Kandas karena Air Surut Dampak Kemarau Panjang

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...
Megapolitan
Bapenda Kota Tangerang Sebu...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

53 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...

Kewajiban Warga Menunaikan Tugas Fiskal Kini Dipermudah

58 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.