Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Gelar Konferensi Riset dan Teknologi untuk Negara yang Terlibat Kerja Sama Belt and Road Initiative

📅 Selasa, 07 Nov 2023, 01:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiongkok Gelar Konferensi Riset dan Teknologi untuk Negara yang Terlibat Kerja Sama Belt and Road Initiative Doc: ANTARA/Desca Lidya Natalia
Ket. Pemenang Nobel bidang Fisika Konstantin Novoselov berbicara dalam sesi pleno Belt and Road Conference on Science and Technology Exchange di Chongqing, Tiongkok pada Senin (6/11/2023).

Chongqing - Pemerintah Tiongkok menggelar "Belt and Road Conference on Science and Technology Exchange" (Konferensi Sabuk dan Jalur untuk Pertukaran Sains dan Teknologi) yang ditujukan bagi negara-negara kerja samaBelt and Road Initiative(BRI).

Meski tidak hadir secara langsung, Presiden Tiongkok Xi Jinping sebagai inisiator BRI mengatakan pada Senin bahwa Tiongkok ingin bekerja sama dengan negara-negara lain untuk memanfaatkan potensi pertumbuhan inovatif.

Tiongkok juga ingin mendorong pencapaian inovasi agar bermanfaat bagi semua negara beserta masyarakatnya, ujar Xi.

"Kerja sama ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan bagian penting dalam pengembangan Inisiatif Sabuk dan Jalur (BRI) dan pembangunan masa depan bersama bagi umat manusia," kata Presiden Xi.

Sambutan Xi itu dibacakan oleh Anggota Biro Politik Komite Pusat Partai Komunis Tiongkok (PKC) dan juga Sekretaris Komite PKC Chongqing Yuan Jiajun di Chongqing, Tiongkok.

Konferensi bertema "Bersama untuk Inovasi, Pembangunan untuk Semua" itu dilangsungkan pada 6-7 November 2023 dengan dihadiri 300 peserta dari 70 negara dan organisasi internasional.

Di antara mereka yang hadir adalah peraih Nobel bidang Fisika Konstantin Novoselov serta500 orang peserta dari kalangan akademisi, pakar, rektor universitas, peneliti, dari berbagai lembaga penelitian.

Dari Indonesia, hadir Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko yang juga berbicara dalam sesi pleno pembukaan mengenai bentuk lembaga riset pemerintah di Indonesia.

"Pada kesempatan ini, saya ingin memperkenalkan transformasi manajemen sains dan teknologi di Indonesia dan bagaimana kita dapat memanfaatkannya untuk memperkuat kolaborasi global melalui pertukaran sains dan teknologi," kata Handoko.

Konferensi itu dibuka oleh Wakil Perdana Menteri yang juga Anggota Biro Politik Komite Pusat PKC, Ding Xuexiang.

Ding mengatakan Tiongkok memperdalam kerja sama sains dan teknologi baik bidang teknologi, energi, pertanian, kesehatan dan lainnya dengan total 23 agenda di bidang pembangunan berkelanjutan.

"Tiongkok dan negara-negara BRI telah bekerja bersama untuk membangun basis pengendaraan jarak jauh, pelabuhan digital, vaksin, kebencanaan dan lainnya," kata Xuexiang.

Tiongkok telah menandatangani perjanjian kerja sama sains dan teknologi antarpemerintah dengan lebih dari 80 negara yang ikut dalam Inisiatif Sabuk dan Jalur (Belt and Road Initiative atau BRI).

Konferensi ini diselenggarakan bersama oleh Kementerian Sains dan Teknologi Tiongkok, Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok, Akademi Teknik Tiongkok, Asosiasi Sains dan Teknologi Tiongkok, pemerintah Kota Chongqing, dan pemerintah Provinsi Sichuan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.