Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Menguat, Data Ekonomi AS Lebih Rendah dari Ekspektasi

📅 Senin, 06 Nov 2023, 10:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Menguat, Data Ekonomi AS Lebih Rendah dari Ekspektasi Doc: ANTARA/Reno Esnir
Ket. Arsip foto - Petugas menunjukkan uang dolar AS dan uang rupiah di salah satu kantor cabang PT. Bank Mandiri Persero Tbk, Jakarta, Selasa (31/1/2023).

JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (6/11) pagi menguat sebesar 0,87 persen atau 138 poin menjadi Rp15.590 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.728 per dolar AS.

Menurut pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra, rupiah menguat pada Senin (6/11) karena data tenaga kerja Amerika Serikat (AS), data Non Farm Payrolls (NFP) edisi Oktober 2023, dan data tingkat pengangguran AS lebih rendah dari ekspektasi.

"Data tenaga kerja AS versi pemerintah AS yang dirilis Jumat (3/11) malam kemarin umumnya lebih buruk dari ekspektasi pasar," ujar dia diJakarta, Senin (6/11).

Selain itu data Non Farm Payrolls Oktober dirilis 150 ribu jugalebih rendah dari ekspektasi 180 ribu, dan data tingkat pengangguran 3,9 persen lebih tinggi dari ekspektasi 3,8 persen.

Menurut dia, hasil ini mendorong pelemahan dolar AS terhadap mata uang utama dunia dan menguatkan kemungkinan Federal Reserve (The Fed) akan mengakhiri periode bunga tinggi lebih cepat.

Selain sejumlah data ekonomi AS yang di bawah perkiraan, hasil rapat kebijakan moneter AS yang terakhir kemarin juga kurang hawkish. Karena itu, pelaku pasar bertambah yakin masuk ke aset berisiko sehingga dapat mendorong penguatan rupiah.

"(Angka-angka data ekonomi AS yang meleset dari perkiraan) mungkin dari kebijakan moneter The Fed sendiri yang menerapkan suku bunga tinggi ke perekonomian AS, sehingga biaya bisnis meninggi yang menyebabkan demand bisa berkurang dan perusahaan menahan ekspansi," ucapnya.

Melihat sentimen dari dalam negeri, pasar menunggu data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal III/2023. Data yang di atas 5 persen bisa memberikan persepsi positif untuk rupiah.

"Hari ini potensi penguatan bisa ke area Rp15.680-Rp15.650, dengan potensi resisten di kisaran Rp15.800," ungkap Ariston.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

59 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.