Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Paling Parah di Dunia, 3 Kota India Diselimuti Kabut Asap Tebal Beracun

📅 Minggu, 05 Nov 2023, 10:20 WIB | Oleh:
Paling Parah di Dunia, 3 Kota India Diselimuti Kabut Asap Tebal Beracun Doc: NDTV/Reuters
Ket. New Delhi diselimuti lapisan kabut beracun yang tebal karena kualitas udaranya masih berada dalam “kategori parah”. 

NEW DELHI - Kota New Delhi diselimuti lapisan kabut beracun yang tebal karena kualitas udaranya masih berada dalam "kategori parah".Ibu kota India ini, bersama Kolkata dan Mumbai, merupakan salah satu kota paling tercemar di dunia saat ini, menurut data Swiss Group IQAir.

Dilaporkan NDTV, New Delhi kembali menduduki puncak daftar real-time dengan indeks kualitas udara (AQI) 483 pada pukul 7.30 pagi hari ini, Minggu (5/11), diikuti Lahore di angka 371.

Kolkata dan Mumbai juga termasuk di antara 5 kota yang paling parah terkena dampak polusi udara dengan AQI masing-masing 206 dan 162.

Para pejabat mengatakan kombinasi musiman suhu rendah, kurangnya angin, dan pembakaran jerami di negara-negara tetangga telah menyebabkan lonjakan polutan udara.

Banyak dari 20 juta penduduk New Delhi mengeluhkan gangguan iritasi pada mata dan tenggorokan gatal, udara berubah menjadi abu-abu pekat ketika AQI berada di atas 550 di beberapa stasiun pemantauan.

AQI di angka 0-50 dianggap baik, sedangkan AQI antara 400-500 berdampak pada orang sehat dan berbahaya bagi mereka yang mengidap penyakit.

"Dalam tugas 24 jam terakhir saya, saya melihat bayi-bayi batuk, anak-anak datang dengan kesusahan dan pernapasan cepat," kata Ahmed Khan, seorang dokter di Delhi, melalui platform media sosial X.

Konsentrasi partikel halus, yang dikenal sebagai PM2.5, adalah 523 mg per meter kubik, 104,6 kali lebih tinggi dari pedoman yang diizinkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).Paparan jangka panjang terhadap partikel-partikel ini, yang sekitar 30 kali lebih tipis dari rambut manusia dan dapat menembus aliran darah melalui paru-paru, dikaitkan dengan kondisi jantung dan pernapasan kronis.

Sebuah langkah-langkah krisis telah diaktifkan di ibu kota negara, mencakup penghentian pekerjaan konstruksi, mendorong penggunaan transportasi umum, dan bekerja dari rumah jika memungkinkan.

India menjadi tuan rumah Piala Dunia Kriket dan penyelenggara melarang kembang api pada pertandingan di Mumbai dan Delhi untuk menghindari peningkatan tingkat polusi udara yang berbahaya.

Bangladesh dijadwalkan bermain melawan Sri Lanka di Delhi pada hari Senin, namun membatalkan sesi latihan yang dijadwalkan pada hari Jumat karena kabut asap.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.