Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

WHO Serukan Akses Penuh untuk Bantuan Medis dan Bahan Bakar

📅 Jumat, 03 Nov 2023, 00:02 WIB | Oleh:
WHO Serukan Akses Penuh untuk Bantuan Medis dan Bahan Bakar Doc: FABRICE COFFRINI/AFP
Ket. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus

JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menyerukan agar dibuka akses penuh untuk menyalurkan bantuan medis dan bahan bakar ke Gaza sesegera mungkin.

"Tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan keprihatinan kami terhadap pasien yang baru saja kehilangan satu-satunya kemungkinan untuk menerima pengobatan kanker atau perawatan paliatif yang dapat menyelamatkan nyawa," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, melalui platform X pada Rabu (1/11).

Seperti dikutip dari Antara, Tedros mendesak dan memohon untuk mendapatkan akses penuh terhadap bantuan medis dan bahan bakar sekarang. "Semakin kita menunggu, semakin kita membahayakan kehidupan yang rentan ini," ujar Tedros.

Rumah Sakit Persahabatan Turki- Palestina, satu-satunya rumah sakit umum untuk pasien kanker di Jalur Gaza, tidak dapat berfungsi karena serangan Israel dan kekurangan bahan bakar, kata Doctors Without Borders atau Médecins Sans Frontières (MSF) pada Rabu.

"Sampai hari ini, rumah sakit tersebut tidak dapat digunakan lagi karena kekurangan bahan bakar dan beberapa serangan yang mempengaruhi fasilitas tersebut. Ini adalah satu-satunya rumah sakit umum untuk pasien kanker di Jalur Gaza, dan sekarang nyawa puluhan pasien kanker di rumah sakit tersebut terancam," kata MSF di X.

Mengakhiri Perang

Sementara itu, Pemimpin Gereja Katolik Seluruh Dunia, Paus Fransiskus, pada Rabu (1/11), mengatakan solusi dua negara diperlukan bagi Israel dan Palestina untuk mengakhiri perang seperti yang terjadi saat ini dan menyerukan status khusus bagi Yerusalem.

Dikutip dari The Straits Times, dalam sebuah wawancara dengan saluran berita milik televisi pemerintah Italia, RAI, Paus Fransiskus berharap eskalasi regional dapat dihindari dalam konflik yang dimulai ketika Hamas memasuki Israel, menewaskan sekitar 1.400 warga Israel, sebagian besar warga sipil, dan menyandera sekitar 230 orang.

Dia prihatin dengan meningkatnya antisemitisme, dan menambahkan bahwa sebagian besar dari hal tersebut "masih tersembunyi".

"(Itulah) dua bangsa yang harus hidup bersama. Dengan solusi bijak itu, dua negara. Perjanjian Oslo, dua negara yang jelas dan Yerusalem dengan status khusus," kata Paus Fransiskus.

Pada 1993, Perdana Menteri Israel, Yitzhak Rabin, dan pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina, Yasser Arafat, berjabat tangan mengenai Perjanjian Oslo yang menetapkan otonomi terbatas Palestina.

Presiden AS, Bill Clinton, Perdana Menteri Israel, Ehud Barak, dan Arafat mengambil bagian dalam KTT Camp David pada 2000, namun gagal mencapai kesepakatan perdamaian akhir.

Israel merebut Yerusalem Timur Arab pada 1967 dan pada 1980 mendeklarasikan seluruh kota tersebut sebagai "ibu kota bersatu dan abadi". Warga Palestina memandang bagian timur kota ini sebagai Ibu Kota negara mereka di masa depan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.