Dampak Perubahan Iklim, Terumbu Karang di Indonesia Terancam Punah
📅 Jumat, 03 Nov 2023, 11:12 WIB | Oleh: Tim PenulisSalah satu di antara ekosistem terumbu karang kuat tersebut terletak di dalam Kawasan Konservasi Selat Pantar - Alor di Nusa Tenggara Timur. Studi Laurence memperkirakan wilayah ini akan mengalami pemutihan karang tiga tahun lagi.
Sementara, studi Hoegh-Guldberg mengatakan karang di Alor lebih tangguh karena lingkungan laut tempat karang tumbuh hanya mengalami sedikit badai dan memiliki risiko kecil terhadap kenaikan temperatur laut. Akhirnya, larva-larva karang dapat tersebar, lalu tumbuh secara optimal.
"Kawasan Konservasi Daerah Alor terletak di kawasan yang mempunyai daya lenting terumbu karang yang tinggi, sehingga jika terjadi coral bleaching di masa depan, diharapkan masih mampu pulih secara alami," ungkap Erdi yang juga salah satu penulis dalam studi Ove tersebut.
Walau begitu, Erdi mengingatkan karang yang memutih akan sulit pulih apabila kondisi sekitar tak mendukung. Misalnya terdapat penangkapan ikan tak ramah lingkungan dengan bom dan potasium, polusi perairan, ataupun pariwisata berlebihan dan tidak bertanggung jawab.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia menyarankan pemerintah memperkuat patroli dan pemantauan oleh masyarakat di kawasan konservasi, pemulihan karang yang rusak, dan mendorong aktivitas perikanan serta pariwisata yang berkelanjutan.
Pemetaan daya dukung pariwisata di dalam konservasi juga dianggap dia penting untuk memastikan aktivitas manusia tidak mengancam ekosistem terumbu karang.
Peneliti sumber daya pesisir dan pengelolaan lingkungan di Institut Pertanian Bogor, Yonvitner, mengemukakan bahwa akar penyebab pemutihan karang di laut yang disebabkan oleh pemanasan adalah akibat aktivitas manusia di darat, seperti penebangan hutan yang melepaskan gas rumah kaca. Oleh karena itu, untuk memerangi pemutihan karang, mengambil tindakan untuk mengekang degradasi lingkungan dan emisi karbon dioksida menjadi hal yang sangat penting.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Mengurangi emisi sangatlah penting, tidak hanya dengan mengurangi deforestasi tetapi juga dengan mengurangi penggunaan energi berbasis karbon," ujarnya.
Langkah ke depan
Kepala Subdirektorat Penataan Kawasan Konservasi Kementerian Kelautan dan Perikanan, Amehr Hakim, mengaku belum membaca seputar riset ini. Namun, dia mengatakan pihaknya menyadari krisis iklim turut mengancam kelestarian karang.
Untuk mengantisipasi kemerosotan ekosistem karang, Amehr mengatakan Kementerian berusaha meredam aktivitas manusia di dalam kawasan konservasi. Tujuannya agar karang tidak cepat stres sehingga karang yang memutih masih ada kemungkinan untuk pulih.
Kementerian Kelautan menjajal beberapa strategi. Misalnya dengan mengidentifikasi ekosistem karang yang kuat di seluruh Indonesia berdasarkan hasil riset oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada 2017 silam.
Hasil riset ini, kata Amehr, digunakan Kementerian sebagai salah satu pertimbangan penentuan kawasan konservasi laut yang baru.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!