Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Masih Tertekan

📅 Kamis, 02 Nov 2023, 11:37 WIB | Oleh:
Rupiah Masih Tertekan Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Nilai tukar rupiah berpeluang kembali melemah, hari ini (2/11) karena dipengaruhi sentimen eksternal. Potensi kenaikan imbal hasil oblogasi pemerintah Amerika Serikat (AS) bertenor 10 tahun bakal menekan pergerakan rupiah.

Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo menilai membaiknya kinerja perekonomian AS ibandingkan negara-negara besar lainnya dalam beberapa bulan terakhir memberikan dorongan terhadap dollar dan imbal hasil US Treasury.

Karenanya, Sutopo memproyeksikan tekanan rupiah masih berlanjut sehingga membuat kursnya dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Kamis (2/11), bergerak melemah ke kisaran 15.930-15.980 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank pada penutupan perdagangan, Rabu (1/11), melemah sebesar 51 poin atau 0,32 persen dari sehari sebelumnya menjadi 15.936 rupiah per dollar AS.

Senior Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto menyatakan pelemahan rupiah dipengaruhi sikap pasar yang menunggu sinyal dari keputusan dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) bank sentral AS.

"FOMC masih membuka kemungkinan kenaikan suku bunga di masa mendatang," katanya di Jakarta, kemarin.

Dalam pertemuan FOMC, The Fed diprediksi bakal mempertahankan suku bunga acuan sebesar 5,5 persen dengan menjadikan pengendalian inflasi dan penguatan kondisi ketenagakerjaan menjadi topik pembicaraan Inflasi masih menjadi fokus karena melenceng jauh dari target 2 persen, dan para pejabat AS bakal mempertanyakan apakah kebijakan saat ini masih cukup mendorong inflasi turun atau perlu kebijakan baru.

"Kemungkinan kenaikan suku bunga karena inflasi AS masih jauh di atas target. Selain itu, mereka juga masih menjaga agar pasar tidak terlalu cepat bereaksi bila mereka memberi sinyal dovish," ucap Rully.

Di sisi lain, pasar juga menunggu data inflasi Indonesia yang bakal diumumkan hari ini dengan perkiraan adanya kenaikan laju inflasi Indonesia baik secara year on year (YoY) maupun month to month (MoM). YoY diprediksi meningkat dari 2,28 persen menjadi 2,6 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.