Penemuan Termometer Ubah Dunia Pengobatan
📅 Kamis, 02 Nov 2023, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoKedua hal negatif ini berarti bahwa termometer pada masa itu tidak selalu seakurat yang diharapkan oleh penggunanya.
Terobosan Baru
Fahrenheit-lah yang menemukan termometer air raksa sekitar tahun 1714. Jenis ini dapat mengukur rentang suhu yang lebih luas dibandingkan dengan termometer alkohol. Udara di dalam termometer adalah pertimbangan lain yang akan meningkatkan akurasi dan karena alasan ini, gas nitrogen atau argon yang jauh lebih sensitif digunakan di dalam tabung kaca.
Instrumen yang berguna bagi sains seperti termometer segera membuat para ilmuwan memikirkan bagaimana mengukur keakuratan instrumen apapun secara mandiri. Ilmuwan Prancis, J A Deluc (1727-1817) dan Antoine Lavoisier (1743-1794) melakukan banyak eksperimen di bidang ini, begitu pula ilmuwan Inggris.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Hasilnya pada tahun 1770-an, pembuat instrumen Prancis dan Inggris menciptakan termometer yang akurat hingga 1/10 derajat," kata Willian Bynum dan Janet Browne dalamDictionary of the History of Science(1982).
Akhirnya, termometer yang teruji secara akurat dan menggunakan skala yang diakui secara internasional tersedia untuk semua orang. Dokter, misalnya, kini dapat menggunakan termometer untuk membuat diagnosis penyakit pasiennya dengan lebih akurat dan melacak perkembangannya dengan lebih hati-hati.
Ahli kimia dapat melakukan eksperimen dan mencatat temuan mereka, yang kemudian dapat dikomunikasikan kepada pihak lain yang mengetahui bahwa suhu yang tepat kini dapat direplikasi di laboratorium mereka sendiri.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada akhir abad ke-18, dibuatlah termometer yang dapat mencatat suhu terendah dan tertinggi dalam periode tertentu. Hal ini dilakukan dengan memasukkan pegas kecil ke dalam tabung termometer yang didorong ke atas atau ke bawah oleh pergerakan air raksa, tetapi kemudian tetap pada posisinya ketika suhu berubah lagi dan air raksa ditarik kembali.
Pada 1860, William Siemens (1823-1883) mengembangkan termometer hambatan listrik. Prinsipnya adalah, jika suhu suatu logam berubah, hambatan listriknya juga berubah. Termometer jenis ini dikembangkan lebih lanjut oleh Hugh Callendar (1863-1930) sekitar tahun 1890.
Teknologi untuk termometer juga terus berkembang. Merkuri beracun selalu menjadi masalah jika termometer rusak secara tidak sengaja, sehingga diganti dengan paduan logam yang lebih aman. Pada abad ke-21, para ilmuwan menggunakan termometer yang mengandung bahan seperti platina yang dapat digunakan untuk mengukur hambatan listrik dengan cermat.
Ada lagi termometer yang menggunakan cahaya infra merah, suara, magnet, atau perluasan strip logam kecil untuk menghasilkan pengukuran yang kisaran suhunya lebih luas daripada yang mampu dilakukan termometer cair. hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!