Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sekjen PBB: Sepertiga Es yang Ada di Pegunungan Nepal telah Hilang

📅 Rabu, 01 Nov 2023, 01:29 WIB | Oleh:
Sekjen PBB: Sepertiga Es yang Ada di Pegunungan Nepal telah Hilang Doc: istimewa

KATHMANDU - Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, pada Senin (30/10), mengatakan pemanasan global telah menyebabkan pegunungan di Nepal yang tertutup salju kehilangan hampir sepertiga esnya dalam lebih dari 30 tahun, setelah ia berkunjung ke dekat puncak tertinggi di dunia, Gunung Everest.

The Straits Times melaporkan para ilmuwan iklim mengatakan suhu bumi telah meningkat rata-rata 0,74 derajat Celsius selama 100 tahun terakhir, namun pemanasan di Himalaya di Asia Selatan lebih besar daripada rata-rata global.

"Gletser di Nepal, yang terletak di antara dua negara penghasil polusi karbon utama, India dan Tiongkok, mencair 65 persen lebih cepat dalam satu dekade terakhir dibandingkan dekade sebelumnya," kata Guterres dalam pesan video setelah mengunjungi wilayah Solukhumbu.

"Saya di sini hari ini untuk berseru dari atap dunia, hentikan kegilaan ini," katanya saat menyerukan diakhirinya zaman bahan bakar fosil, dengan peringatan mencairnya gletser berarti membengkaknya danau dan sungai yang menyapu bersih seluruh masyarakat, dan permukaan air laut meningkat dengan kecepatan yang mencapai rekor tertinggi.

Menurut para ilmuwan, dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada Juni 2023, gletser di Hindu-Kush Himalaya bisa kehilangan hingga 75 persen volumenya di akhir abad ini akibat pemanasan global, yang menyebabkan banjir berbahaya dan kekurangan air bagi 240 juta orang yang tinggal di wilayah pegunungan itu.

Gunung Lebih Kering

Para pendaki yang kembali dari Everest mengatakan gunung itu kini lebih kering dan kelabu. "Rekor suhu berarti rekor pencairan gletser. Nepal telah kehilangan hampir sepertiga esnya hanya dalam waktu 30 tahun," ujar Guterres, yang sedang melakukan kunjungan selama empat hari ke negara tersebut.

Ia juga mendesak negara-negara untuk membatasi kenaikan suhu global hingga 1,5 derajat Celsius untuk menghindari "kekacauan iklim terburuk".

Sebelumnya, Ketua Badan Pemantau Gletser Swiss GLAMOS, Matthias Huss, mengatakan gletser di Swiss mengalami pencairan terparah kedua tahun ini setelah tahun 2022 tercatat mengalami pencairan terparah dalam catatan, dengan volume total berkurang hingga 10 persen dalam dua tahun terakhir, demikian menurut badan pemantau GLAMOS.

SB/ST/N-3

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.