Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ribuan Buruh Garmen Bangladesh Protes Upah Murah, Pabrik Dirusak

📅 Selasa, 31 Okt 2023, 08:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ribuan Buruh Garmen Bangladesh Protes Upah Murah, Pabrik Dirusak Doc: dandc.eu
Ket. Aksi unjuk rasa di Dhaka pada 2019 memperingati peristiwa Rana Plaza 2013, runtuhnya kompleks pabrik garmen yang menewaskan ribuan pekerjanya.

DHAKA - Ribuan pekerja garmen di Bangladesh melakukan aksi protes dan merusak pabrik pada Senin (30/10). Mereka menuntut kenaikan upah minimum hampir tiga kali lipat.

Bangladesh adalah salah satu eksportir garmen terbesar di dunia. Industri ini menyumbang 85 persen ekspor tahunan negara itu senilai 55 miliar dolar AS, namun kondisi pekerjanya sangat memprihatinkan.

Polisi mengatakan setidaknya 10.000 pekerja meninggalkan shift mereka dan melakukan aksi protes di Gazipur, kota industri terbesar di negara itu, dan 7.000 lainnya melakukan aksi protes di pusat kota Ashulia dan Hemayetpur.

Pemimpin serikat pekerja garmen di wilayah Ashulia, Mohammad Ibrahim, membantah jumlah yang disebutkan polisi dengan mengatakan bahwa pengunjuk rasa berjumlah sedikitnya 100.000 orang.

"Para pengunjuk rasa merusak pabrik-pabrik dan mencoba memaksa pekerja lain untuk bergabung", kata Sarwar Alam, kepala unit polisi industri di Gazipur. Setidaknya 40 pabrik rusak setelah pengunjuk rasa memecahkan jendela dan merusak perabotan.

"Kami menembakkan gas air mata dan granat suara untuk membubarkan para pekerja," kata Alam kepada AFP.

Bangladesh merupakan rumah bagi sekitar 3.500 pabrik garmen, tempat pembuatan pakaian untuk beberapa pengecer dan merek terbesar di dunia. Namun upah dasar bulanan bagi para pekerja hanya 8.300 taka (75 dolar AS).

Aksi protes meletus pada akhir pekan setelah asosiasi produsen yang berkuasa menawarkan kenaikan gaji sebesar 25 persen, mengabaikan tuntutan serikat pekerja terhadap upah minimum bulanan dasar baru sebesar 23.000 taka (208 dolar AS).

Sebaiknya Anda baca juga:

Kebutuhan Pokok

Negara di Asia Selatan berpenduduk hampir 170 juta jiwa ini telah melampaui negara tetangganya, India, dalam hal pendapatan per kapita. Industri garmen sebagai pusat pertumbuhan yang mengesankan selama dua dekade terakhir.

Namun protes soal upah menimbulkan tantangan besar bagi Perdana Menteri Sheikh Hasina, yang telah memerintah negara itu dengan tangan besi sejak 2009.

Oposisi yang bangkit kembali menentang pemerintahannya saat bersiap untuk pemilu yang dijadwalkan sebelum Januari.

Pemerintahannya membentuk panel tahun ini untuk menetapkan upah minimum baru.

Namun serikat pekerja mengatakan, produsen dan para menteri dan anggota parlemen yang berpengaruh telah memainkan peran dalam menetapkan upah minimum selama negosiasi sebelumnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

52 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.