Ribuan Buruh Garmen Bangladesh Protes Upah Murah, Pabrik Dirusak
📅 Selasa, 31 Okt 2023, 08:50 WIB | Oleh: Tim Penulis"Para pekerja sangat terkena dampak krisis biaya hidup, dan harga makanan meroket," kata Taslima Akter, ketua serikat Garment Sramik Samhati.
"Jika Anda memperhitungkan inflasi dan depresiasi taka terhadap dolar… produsen menawarkan kurang dari apa yang diterima pekerja pada tahun 2017 ketika upah minimum dasar ditetapkan."
Polisi menembakkan meriam air, peluru karet, dan gas air mata ke arah pengunjuk rasa di Ashulia setelah para pekerja merusak pabrik dan memblokir jalan, kata petugas kepada AFP.
Mahbubur Rahman, kepala polisi kawasan industri Bangladesh, mengatakan kepada AFP mereka sedang berbicara dengan para pemimpin serikat pekerja untuk menyelesaikan protes secara damai.
Sebaiknya Anda baca juga:
Merek-merek fesyen besar termasuk Gap, Levi Strauss, Lululemon, dan Patagonia menulis surat kepada Hasina bulan ini yang menyerukan "kesimpulan yang sukses" untuk negosiasi upah.
"Konsultasi tersebut harus berupaya untuk menaikkan upah minimum ke tingkat yang sesuai dengan tingkat upah dan tunjangan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar pekerja dan sejumlah pendapatan tambahan," tulis mereka pada tanggal 13 Oktober.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!