Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gawat, Polusi Udara Sebabkan Penyakit Bahaya Jangka Panjang

📅 Selasa, 31 Okt 2023, 00:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gawat, Polusi Udara Sebabkan Penyakit Bahaya Jangka Panjang Doc: ANTARA/M Imam Pramana
Ket. Ilustrasi. DLHP Sumsel lakukan penyemprotan ekoenzim untuk mengatasi ISPU, Senin (30/10/2023).

Jakarta - Polusi udara tidak hanya menyebabkan gangguan pernapasan, seperti infeksi saluran pernapasan akut, asma, paru-paru basah (pneumonia), tetapi juga berdampak gangguan kesehatan organ lainnya dalam jangka panjang, kata dokter spesialis penyakit dalam RSCMJakarta Herikurniawan.

"Selain menyerang ke paru-paru, polusi udara juga bisa menyerang ke organ lain ya, jadi tidak hanya paru-paru yang terkena," kata dia di Jakarta, Senin.

Iamengatakan gangguan kesehatan yang kelihatan akibat polusi udara hanyalah batuk, pilek, atauinfeksi saluran pernapasan akut(ISPA), namun penyakit yang tak terlihat jauh lebih banyak, seperti serangan jantung, gangguan fungsi paru-paru dalam jangka panjang, dan kanker.

"Polusi udara dalam jangka panjang itu erat kaitannya dengan berbagai kanker, seperti kanker paru, kanker darah, dan lain-lain," ujarnya.

Ia mengatakanpolusi udara tidak secara langsung menyebabkan infeksi pada pernapasan, tetapi ketika seseorang menghirup zat polutanmaka akan mengganggu pergerakan mukosiliar.

"Mukosiliar ini merupakan rambut-rambut di proses pernapasan yang berfungsi untukclearancegitu ya, jadi kalau ada debu dan kuman yang masuk itu akan dikeluarkan oleh sistem mukosiliar ini," ujarnya.

Dia menjelaskanketika seseorang sering menghirup udara yang terkena polusimaka sistem mukosiliar akan terganggudan menyebabkan fungsi paru-paru menurun.

Saat fungsi paru-paru menurun, kata Herikurniawan, organ lainnya juga perlahan ikut terinfeksi, seperti terjadinya serangan jantung.

"Termasuk kalau pada anak-anak perkembangannya terganggu, dapat berpengaruh juga pada infertilitas, kesuburan, bahkan penyumbatan pembuluh darah, seperti stroke, termasuk juga penuaan dini. Jadi itu jangka panjangnya," ucapnya.

Ia berharap,ke depan pemerintah berkomitmen mencari solusi jangka panjang untuk menjaga level polusi udara di kategori aman.

"Jangan sampai level polusi udara terlalu tinggikarena banyak sekali dampak-dampak berbahaya, baik jangka pendeknyaatau jangka panjangnya ke depan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Ekonomi
Sompo Indonesia selenggarak...
Luar Negeri
Dua Kapal Tanker Minyak Dis...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.