Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Daerah Perlu Kawal Produksi

📅 Selasa, 31 Okt 2023, 06:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Daerah Perlu Kawal Produksi Doc: istimewa

JAKARTA - Pemerintah pusat mendesak daerah mengawal jalannya produksi beras pada tahun ini agar produksi lokal meningkat sehingga kuat menghadapi krisis pangan. Namun, di saat produksi lokal meningkat, pemerintah jangan membuat keputusan impor beras.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, ingin Indonesia mampu mencapai swasembada sehingga tak lagi bergantung pada kebijakan impor. "Kondisi dunia sekarang sedang menghadapi krisis pangan. Bahkan, sudah ada negara yang kelaparan dan beberapa negera menyetop ekspor karena perubahan cuaca. Jadi, mau tidak mau kita harus menuju swasembada dan harus berdiri di kaki sendiri," ujar Amran dalam rapat koordinasi Akselerasi Peningkatan Luas Tanam dan Produksi Padi dan Jagung dengan Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten se-Indonesia, Senin (30/10).

Amran mengatakan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah merupakan keharusan untuk menghadapi berbagai tantangan. Meski demikian, kolaborasi dan akselerasi harus berbuah pada perluasan tanam dan produksi di masa panen mendatang.

"Kita akan melakukan akselerasi di semua daerah karena kita tau ada potensi di Indonesia. Dulu kita pernah lakukan selamatkan rawa di delapan provinsi. Rawa ini akan kita jadikan IP 2 dan itulah target kita. Kalau semua ini bisa kita lakukan Insya Allah masalah pertanian beres. Minimal tahun depan impor berkurang," katanya.

Dalam rakor ini, Mentan juga sempat melakukan dialog dengan beberapa kepala dinas baik yang hadir secara langsung maupun melalui zoom. Mentan mempertanyakan apakah produksi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan juga di luar Provinsi Pulau Jawa meningkat.

Beberapa daerah menyatakan hasil produksi tahun ini meningkat. Namun, beberapa daerah lainnya mengalami penurunan akibat perbaikan irigasi yang belum selesai maupun perubahan cuaca ekstrem yang baru selesai.

Di Jawa Timur, produksi tahun ini naik 8,34 persen dari periode sebelumnya. Sebaliknya, di Jawa Tengah dan Jawa Barat, produksi padi diperkirakan turun.

Optimasi Lahan

Mengenai hal itu, PLH Sekretaris Jenderal Kementan, Prihasto Setyanto, mengatakan target tahun depan adalah optimasi lahan rawa satu juta hektare. Selain itu, pemerintah juga mengoptimalkan lahan tadah hujan seluas satu juta hektare.

"Dapat kami laporkan bahwa pada 2024 kita akan melakukan langkah akselerasi optimasi lahan rawa satu juta hektare dan lahan tadah hujan satu juta hektare," jelasnya.

Sementara itu, ekonom Celios, Bhima Yudisthira, mengatakan pemilihan Amran Sulaiman sebagai Mentan dikhawatirkan menambah impor beras, sebab selama Amran menjabat sebagai Menteri Pertanian periode 2014-2019 terdapat banyak permasalahan yang sulit dilupakan.

Pada 2018, impor beras tercatat 2,2 juta ton dari tahun sebelumnya 305 ribu ton. Saat itu, Amran berkilah adanya impor beras untuk kebutuhan beras premium.

"Kenaikan impor beras yang cukup tajam jelang Pemilu 2019 menimbulkan pertanyaan terkait program kemandirian pangan pemerintah. Erat kaitannya juga dengan rente di sektor pangan," ucap Bhima.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.