Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KTT Iklim COP28 Akan Diwarnai Perdebatan Soal Kredit Karbon

📅 Senin, 30 Okt 2023, 11:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
KTT Iklim COP28 Akan Diwarnai Perdebatan Soal Kredit Karbon Doc: CNN/AP/Kamran Jebreli
Ket. CEO Abu Dhabi National Oil Co. Sultan al-Jaber berbicara di KTT Pemerintah Dunia di Dubai, Uni Emirat Arab, pada 14 Februari.

PARIS -Kredit yang dibeli oleh perusahaan-perusahaan untuk mengimbangi emisi karbon mereka akan menjadi sorotan pada pembicaraan iklim PBB bulan depan.

Penghargaan ini memungkinkan mereka memberi label produk mereka sebagai "netral karbon", mulai dari sampo hingga perjalanan udara.

Kredit karbon telah menjadi perdebatan sejak dimasukkan dalam Protokol Kyoto 1997.

Namun reputasi mereka terpukul tahun ini ketika beberapa penelitian ilmiah dan laporan investigasi mempertanyakan kredibilitas pasar sukarela yang menguntungkan, dan berada di luar proses PBB.

"Tidak adanya standar, peraturan, dan ketatnya kredit pasar karbon sukarela sangat memprihatinkan," kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres di konferensi iklim COP27 tahun lalu.

Kredit karbon berasal dari proyek yang mengklaim dapat menyerap atau menyimpan CO2 melalui pelaksanaannya.Hal ini bisa berupa apa saja, mulai dari memerangi deforestasi, mengganti tungku berbahan bakar kayu, atau mengganti pembangkit listrik tenaga batu bara dengan turbin angin.

Satu kredit sama dengan pengurangan atau penghilangan satu ton CO2 dari atmosfer, dan perusahaan dapat membeli kredit ini untuk "mengkompensasi" jejak karbon mereka.

Setidaknya, itulah yang terlihat di atas kertas.

Perundingan iklim yang dimulai pada November akan mencoba memperjelas rincian ini agar negara-negara dapat memasuki pasar penggantian kerugian karbon, meskipun ada kekhawatiran dari para peneliti.

Pulihkan Kredibilitas

Tuan rumah COP28, Uni Emirat Arab, berharap adanya kemajuan selama konferensi Dubai untuk "mendapatkan kredibilitas di pasar".

"Sejak saya mempelajari kualitas penggantian kerugian karbon selama lebih dari dua dekade, kualitasnya selalu buruk dan sangat buruk," kata Direktur Proyek Perdagangan Berkeley Barbara Haya kepada AFP.

Haya dan timnya melakukan penelitian tentang pencegahan deforestasi.

Mereka menyimpulkan bahwa pengurangan emisi dan manfaat proyek telah "dilebih-lebihkan" dan seringkali melanggar hak-hak penduduk lokal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Kebakaran Meluas, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

2 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Kebakaran Meluas, Wisata Gu...
Nasional
MTQ Nasional XXXI Dibuka, M...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.