Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Beri Ruang Keuntungan bagi Petani agar Produksi Meningkat

📅 Senin, 30 Okt 2023, 02:24 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Beri Ruang Keuntungan bagi Petani agar Produksi Meningkat Doc: istimewa

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan apabila Indonesia hendak mencapai swasembada pangan, sangat penting memberi ruang yang luas kepada para petani agar meraup keuntungan yang layak dari hasil produksi.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, di Jakarta, pekan lalu, mengatakan siapa pun yang diberi ruang untuk untung maka akan produktif. "Tapi kalau rugi maka akan mengeluarkan air mata dan jera untuk berproduksi. Itu logis," kata Amran.

Menanggapi pernyataan Mentan, Guru Besar Fakultas Pertanian dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Dwijono Hadi Darwanto, mengatakan petani itu sosok pelaku pasar yang pintar sehingga jika harga gabah memberi keuntungan bagi petani, pasti para petani dengan sendirinya akan meningkatkan produksinya.

"Selama ini pemerintah selalu menekan harga gabah petani, padahal harga barang-barang lain yang dibutuhkan petani selalu meningkat sehingga kesejahteraan petani selalu tertinggal," katanya.

Menurut Dwijono, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional sebaiknya bisa menentukan perbandingan harga petani dan harga barang lain yang berimbang sehingga petani juga menikmati kesejahteraan dari produksi yang dihasilkan.

"Hentikan upaya untuk selalu menekan harga petani, sementara harga yang dikonsumsi petani terus dibiarkan meningkat," kata Dwijono.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengkajian dan Penerapan Agroekologi Serikat Petani Indonesia (SPI), Muhammad Qomarunnajmi, menuturkan cara memperhatikan petani ialah ada jaminan pasar dengan harga yang layak.

"Itu perlu didukung dengan menjaga stabilitas pasar," kata Qomar.

Semua itu, lanjut Qomar, didukung dengan reforma agraria guna mengatasi masalah kesenjangan lahan, dan keterbatasan lahan petani. Usaha tani pun bisa diselenggarakan sebagai usaha yang terpenuhi skala ekonominya dan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Hal lain yang bisa dilakukan adalah melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) petani. Selanjutnya dalam hal teknis, yaitu kelembagaan dan jaringan petani, terutama kapasitas untuk menyelesaikan permasalahan keseharian petani, terkait penyediaan saprodi, teknis budi daya, pascapanen, dan pemasaran.

Pangan, kata Qomar, adalah kebutuhan pokok manusia. Karena itu, petani sebagai produsen pangan tentu menjadi profesi yang penting untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan dan swasembada pangan.

Untuk memastikan keuntungan bagi petani, mereka harus memiliki akses ke sumber daya lahan, benih, air, pengetahuan dan teknologi, penghidupan yang layak, tempat tinggal yang nyaman, berserikat berkumpul dan berorganisasi, dan hak-hak yang lain.

Lebih lanjut, Mentan pun menargetkan Indonesia bisa kembali swasembada beras dan sama sekali tidak mengimpor beras pada dua hingga tiga tahun mendatang atau maksimal pada 2026.

Menurut Amran, Indonesia pernah swasembada pada 2017, sehingga ia optimistis bisa kembali terwujud dengan membangun fondasi kebijakan dari sekarang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...

Kapal Kandas karena Air Surut Dampak Kemarau Panjang

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.