Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Antisipasi Penyakit di Musim Hujan, Dinkes Yogyakarta Minta Masyarakat Cegah Lonjakan Kasus Leptospirosis

📅 Senin, 30 Okt 2023, 00:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Antisipasi Penyakit di Musim Hujan, Dinkes Yogyakarta Minta Masyarakat Cegah Lonjakan Kasus Leptospirosis Doc: Antara/Istimewa
Ket. Ilustrasi leptospirosis.

Yogyakarta - Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta meminta masyarakat di wilayah ini mencegah potensi lonjakan kasus penyakit leptospirosis saat musim hujan yang diperkirakan mulai November 2023.

"Kasus leptospirosis yang disebabkan urine tikus memang biasanya berpeluang meningkat pada musim hujan sehingga perlu diwaspadai dan dicegah bersama-sama," kata Kasi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) dan Imunisasi Dinkes Kota Yogyakarta Endang Sri Rahayu di Yogyakarta, Minggu.

Menurut Endang, memasuki musim hujan populasi tikus bisa meningkat akibat banyaknya sampah yang basah.

Jumlah tikus yang banyak kemudian berisiko mencemari selokan yang aliran airnya tidak lancar, genangan, atau memasuki rumah warga yang kebersihannya tidak terjaga.

Berdasarkan data Dinkes Kota Yogyakarta, kasus leptospirosis sejak Januari hingga Oktober 2023 telah menjangkiti sebanyak 22 orang dengan sebaran dominan di Kecamatan Kotagede dan Wirobrajan, diikuti Gondokusuman, dan Jetis.

Jumlah kasus itu meningkat jika dibandingkan tahun 2022 yang tercatat 16 orang dengan dua di antaranya meninggal dunia.

"Dibandingkan tahun lalu jelas meningkat, itupun data belum sampai Desember 2023. Semoga kita bisa mempertahankan tidak ada yang sampai meninggal dunia," ujar Endang.

Karena itu, Endang meminta seluruh warga di Kota Yogyakarta mulai kembali menggencarkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), antara lain dengan aktif memilah sampah rumah tangga masing-masing, menjaga kebersihan, makan makanan bergizi dan rajin berolahraga.

Sampah menjadi perhatian khusus, sebab beberapa waktu lalu Kota Yogyakarta masih mengalami darurat pengelolaan sampah.

"Sehingga kami minta sampah-sampah agar dipilah mana yang basah, mana yang bisa didaur ulang. Rumah tangga, perkantoran, sekolah saya kira perlu berpartisipasi," ujar dia.

Apalagi, jika ditelurusi berdasarkan faktor penyebabnya, Endang menyebutkan sebagian kasus yang terjadi hingga Oktober 2023 berkaitan dengan sampah.

"Faktor risikonya ketemu dengan sampah yang kemungkinan tercemar urine tikus. Ada yang karena membersihkan selokan atau kerja bakti tanpa pelindung sehingga bersentuhan dengan urine tikus," kata dia.

Untuk mencegah risiko tersebut, Endang meminta warga yang berinteraksi dengan sampah agar menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti sarung tangan serta sepatu boot.

Endang menuturkan penyakit leptospirosis yang disebabkan oleh bakteri genus Leptospira sp bisa menular ke manusia lewat air seni tikus terinfeksi yang kontak dengan kulit manusia yang lecet.

Jika tertular, pasien akan merasakan gejala seperti demam, sakit kepala dan nyeri otot sehingga masyarakat yang merasakan gejala itu agar memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit.

"Kasus meninggal dunia tahun lalu akibat terlambat memeriksakan diri karena dianggap hanya masuk angin atau demam biasa," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

55 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.