Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PSN Topang Pembangunan Inklusif

📅 Sabtu, 28 Okt 2023, 07:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
PSN Topang Pembangunan Inklusif Doc: ISTIMEWA
Ket. Menteri Koor­dinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Proyek Strategis Nasional (PSN) akan terus dilanjutkan untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif di Republik Indonesia (RI).

"Saya berharap PSN bisa dilanjutkan. Pekerjaan rumah kita ke depannya yakni bagaimana menyosialisasikan semua capaian ini kepada publik, agar mendapatkan dukungan mereka, sehingga programnya bisa diteruskan," kata Menko Airlangga dalam acara peluncuran buku Infrastruktur untuk Pembangunan Inklusif di Indonesia, dikutip melalui keterangan resmi di Jakarta, Jumat (27/10).

Selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo, Menko Airlangga mengatakan pengembangan infrastruktur terutama PSN harus mengutamakan proyek non-APBN yang mampu menunjang kebijakan penguatan ekonomi.

Hal itu juga sejalan dengan mandat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang mengidentifikasi kebutuhan investasi infrastruktur senilai 6.445 triliun rupiah, yang mana APBN hanya mampu menyediakan 2.385 triliun rupiah atau 37 persen dari total kebutuhan anggaran.

"Hal tersebut berarti pembiayaan infrastruktur masih tetap memerlukan sumber-sumber lain, semisalnya skema Kerja Sama antara Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Sebagai contoh pengembangan Kawasan Industri (KI), percepatan Program Smelter, dan pembangunan KEK," jelasnya.

Berdasarkan Peraturan Menko Perekonomian Nomor 7 Tahun 2023, terdapat 211 proyek dan 13 program dalam daftar PSN dengan estimasi total nilai investasi sebesar 5.746,9 triliun rupiah.

Proyek tersebut tersebar di beberapa sektor yang mencakup pembangunan infrastruktur konektivitas seperti pelabuhan, jalan tol, kereta api, dan bandar udara, peningkatan ketahanan energi, pengembangan kawasan dan hilirisasi industri, dan penyediaan infrastruktur dasar.

Percepatan pembangunan PSN tentunya tidak lepas dari upaya debottlenecking melalui fasilitas yang diberikan pemerintah seperti fasilitas percepatan pengadaan tanah dan diberikan fasilitas pembiayaan.

Pemerintah juga telah menyusun rancangan peraturan skema pembiayaan non-APBN seperti Hak Pengelolaan Terbatas (Limited Concession Scheme) dan Land Value Capture.

Adapun pemerintah telah menyiapkan RPJPN 2025-2045 guna bertransformasi menuju Indonesia Emas 2045. Pemerintah menargetkan pencapaian pendapatan per kapita setara dengan negara maju sekitar 23.000 dollar AS hingga 30.000 dollar AS pada 2045.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.