Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemendikbud: Kebudayaan Jadi Daya Utama Wujudkan Transformasi RI

📅 Sabtu, 28 Okt 2023, 14:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemendikbud: Kebudayaan Jadi Daya Utama Wujudkan Transformasi RI Doc: ANTARA/HO-Kemendikbudristek
Ket. Sekjen KemendikbudristekSuharti dalam penutupan Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) 2023 di Jakarta, Jumat (27/10/2023).

JAKARTA - Sekretaris Jenderal Kementerian, Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Suharti menyatakan kebudayaan akan menjadi daya utama dalam mewujudkan transformasi ke-Indonesiaan sesuai dengan salah satu gagasan yang terlahir dari Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) 2023.

"Terbukti KKI 2023, membuat keluaran rekomendasi yang membumi, menukik, dan memberi harapan bahwa kita sebagai bangsa Indonesia mampu mengemban tanggung jawab sebagai bangsa adidaya budaya," katanya dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (28/10).

Selain aspek tersebut, kongres ini juga menghasilkan sembilan gagasan penting lainnya dalam pemajuan kebudayaan Indonesia, mulai dari periode 2024-2029 merupakan babak krusial dalam pemajuan kebudayaan hingga kebebasan berekspresi yang aman dan nyaman.

Selain itu, turut ditekankan pendidikan yang berkebudayaan merupakan sekolah kehidupan, transformasi tata kelola Dewan Kesenian dan/atau Dewan Kebudayaan menjadi prioritas kelembagaan, serta perekatan budaya lintas batas di tataran desa dan kota yang partisipatif dan inklusif.

Selanjutnya, mengenai teknologi digital untuk mengolah dataraya Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD), Indeks Kebudayaan, Program Indonesiana, dan berbagai hasil panen budaya masyarakat.

Tak hanya itu, masyarakat adat dan lokal lainnya pun merupakan subjek yang berdaulat atas kebudayaannya, sekaligus penekanan pada Indonesia yang memerlukan suatu badan amanat pemajuan kebudayaan, serta model APBN/D yang akan diselaraskan dengan kerangka kerja kebudayaan.

Butir-butir gagasan dalam kongres ini disusun sebagai Rencana Aksi Nasional Pemajuan Kebudayaan 2025-2029 yang akan menjadi blueprint untuk kebijakan kebudayaan nasional Indonesia selama lima tahun mendatang.

Suharti mengapresiasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari tim perumus, budayawan, seniman, serta para ahli dari berbagai bidang yang telah menyumbangkan pemikirannya dalam KKI 2023.

"Upaya pemajuan kebudayaan kita selama ini telah membuktikan bahwa kebudayaan bukan hanya sebatas warisan, namun juga kekuatan untuk mendorong kreativitas dan pembangunan berkelanjutan," kata Suharti.

Ia mengajak para pemangku kepentingan dan masyarakat untuk menjadikan rumusan KKI 2023 sebagai pijakan utama dalam melakukan aksi nyata untuk kebudayaan yang maju, inklusif, dan berkelanjutan.

Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid menegaskan untuk langkah selanjutnya adalah memastikan kesiapan untuk mengkomunikasikan dan menggelorakan hasil kongres ini ke berbagai daerah di Indonesia.

"Kalau Kongres 2018 menghasilkan dokumen strategi kebudayaan, dalam Kongres kali ini kita menyusun rencana aksi nasional untuk kemajuan kebudayaan," ujar Hilmar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.