Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Waspadai Cacar Monyet, Dinkes DKI Ingatkan Warga Terapkan PHBS

📅 Kamis, 26 Okt 2023, 15:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Waspadai Cacar Monyet, Dinkes DKI Ingatkan Warga Terapkan PHBS Doc: ANTARA/Siti Nurhaliza
Ket. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Ani Ruspitawati.

JAKARTA - Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyatakan masyarakat perlu memperkuat Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap cacar monyet (monkeypox) di Jakarta.

"Kami terus mengingatkan dan mengajak seluruh masyarakat Jakarta untuk senantiasa menjaga kebersihan diri dengan menerapkan PHBS untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit 'monkeypox'," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Ani Ruspitawati saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (26/10).

Pola hidup yang dimaksud seperti rajin memakai masker dan mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, terutama jika sedang sakit dan bertemu orang sakit. Lalu lebih bertanggung jawab dalam menjaga kesehatan reproduksi dan tidak berganti-ganti pasangan.

Selain itu, Dinkes DKI juga menyebutkan pentingnya masyarakat untuk aktif melaporkan masalah-masalah kesehatan di lingkungannya yang memerlukan penanganan dan perhatian khusus dari petugas kesehatan.

??????Laporan tersebut dapat disampaikan melalui kader kesehatan, petugas Puskesmas setempat atau kanal-kanal pengaduan yang telah disediakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

Ani menjelaskan bahwa tanda dan gejala khas "monkeypox", yaitu apabila seseorang mengalami demam, nyeri tulang dan otot, lenting isi air atau luka pada kulit, adanya benjolan atau pembesaran kelenjar getah bening di ketiak, leher atau lipatan paha.

Penularan tersebut akibat kontak erat kulit atau gesekan kulit penderita yang terdapat di lenting atau lesi dengan kulit orang yang semula sehat sehingga menyebabkan timbulnya mikrolesi pada kulit yang memudahkan virus masuk ke tubuh seseorang.

Dinkes DKI Jakarta melaporkan hingga Rabu (25/10) sebanyak 13 kasus positif cacar monyet ditemukan di Jakarta. Sembilan orang berstatus suspek atau terduga bergejala "mpox".

Sebanyak 12 pasien positif "mpox" saat ini masih diisolasi di rumah sakit. Sedangkan satu orang lainnya telah dinyatakan sembuh.

Sebelumnya, Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Prima Yosephine menyebutkan vaksinasi cacar monyet untuk sementara ini hanya diberikan kepada orang yang memiliki kontak erat dengan orang yang sudah terkonfirmasi menderita cacar monyet.

"Vaksinasi hanya membantu untuk membatasi transmisi dan hanya diberikan kepada yang terpapar dan memiliki kontak erat, bukan kepada masyarakat luas," katanya saat ditemui di Kantor Kemenkes di Jakarta, Selasa (24/10).

Selain itu, Kemenkes juga melakukan kerja sama dengan sejumlah organisasi pemerhati komunitas LSL (lelaki suka lelaki) dan biseksual, sebagaimana diketahui sebelumnya enam kasus aktif yang berada di Indonesia terjadi kepada orang yang memiliki orientasi biseksual.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

14 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.