Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

5 Tips Andalan Investasi Reksa Dana agar Dapat Cuan Maksimal

📅 Kamis, 26 Okt 2023, 15:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
5 Tips Andalan Investasi Reksa Dana agar Dapat Cuan Maksimal Doc: ISTIMEWA

Ketika berencana untuk mulai menanam modal atau investasi, tidak sedikit orang yang dianjurkan untuk memilih instrumen reksa dana terlebih dahulu. Bukan tanpa alasan, reksa dana menawarkan cara kerja investasi yang cocok dan ideal dipilih oleh investor pemula yang masih minim pengalaman.

Beberapa contoh keunggulan reksa dana sebagai instrumen investasi adalah pengelolaannya yang dilakukan oleh manajer investasi, bisa dimulai dengan modal terjangkau, dan tingkat risiko bervariasi yang bisa disesuaikan dengan profil investor. Akan tetapi, walaupun menawarkan beragam kelebihan tersebut, investasi reksa dana tetap harus dilakukan dengan cara dan strategi yang tepat.

Pasalnya, jika sampai salah menentukan strategi, bukan tidak mungkin investasi reksa dana rupiah dan/atau reksa dana USD memberi imbal hasil yang tak maksimal, bahkan cenderung merugi. Nah, untuk menghindari hal tersebut, ada beberapa tips andalan yang penting dipahami oleh investor reksa dana agar mampu memaksimalkan potensi cuan yang didapatkannya. Apa saja?

1. Cek Dulu Profil Risiko

Sebelum mulai berinvestasi dan menanam modal, setiap orang harus lebih dulu mengetahui profil risiko yang dimilikinya. Tergantung dari kepribadian, kemampuan, kondisi ataupun tujuan keuangan, setiap orang memiliki profil risiko yang berbeda. Perbedaan profil risiko ini berpengaruh terhadap strategi investasi serta jenis produk yang idealnya dipilih.

Misalnya, untuk investor dengan profil risiko konservatif atau rendah, produk yang cocok untuk dipilih adalah reksa dana pasar uang yang memiliki fluktuasi harga lebih stabil. Sedangkan untuk investor agresif, reksa dana saham lebih pas dijadikan pilihan karena mampu memberi potensi keuntungan paling tinggi. Di antara keduanya, terdapat investor dengan profil risiko moderat yang dianjurkan untuk memilih instrumen berisiko sedang.

Perlu diingat jika dalam dunia investasi, terdapat prinsip yang wajib dipahami oleh investor, yaitu high risk high return. Artinya, semakin tinggi potensi keuntungan yang diharapkan, investor harus bersiap dengan risiko kerugian yang tak kalah tingginya. Nah, hal tersebut bisa diantisipasi dengan menyesuaikan pilihan produk investasi dengan profil risiko yang dimilikinya.

2. Tentukan Jangka Waktu Investasi

Selain profil risiko, investasi reksa dana juga wajib dijalani dengan menyesuaikan jangka waktunya. Sebagai contoh, jika berencana untuk investasi jangka pendek atau di bawah 1 tahun, ada baiknya Anda memilih reksa dana pasar uang yang memiliki fluktuasi harga lebih stabil dan minim risiko.

Di sisi lain, jika investasi untuk jangka panjang, misalnya di atas 5 tahun, reksa dana saham bisa menjadi pilihan yang ideal karena mampu memberi potensi keuntungan paling tinggi. Selain itu, karena dilakukan untuk kurun waktu yang lama, risiko penurunan nilai investasi reksa dana saham lebih mudah untuk ditoleransi.

3. Rutin, Disiplin, dan Konsisten Tanam Modal

Tips selanjutnya, apa pun jenis reksa dana yang dipilih, usahakan untuk terus menanam modal secara rutin, disiplin, dan konsisten. Hal ini bisa dilakukan dengan menentukan tujuan finansial dan mengetahui nominal dana yang bisa dialokasikan untuk investasi setiap bulannya.

Strategi investasi secara rutin dan konsisten ini biasa disebut sebagai dollar cost averaging, di mana aktivitas investasi dilakukan secara rutin dengan nominal yang sama. Sebagai contoh, alokasikan 10 persen dari penghasilan bulanan untuk diinvestasikan. Melalui strategi ini, Anda tak harus memikirkan bagaimana kondisi bursa saat ini dan pasti akan mampu mendapat keuntungan saat performa reksa dana positif.

4. Pantau Performa Portofolio Seperlunya Saja

Ketika sudah mampu berinvestasi secara rutin, usahakan untuk tak terlalu sering memantau performa portofolio reksa dana. Kenapa hal ini perlu dilakukan? Tujuannya agar Anda tetap bisa terus rutin menanam modal dan meminimalkan risiko tergiur untuk mencairkannya sebelum tujuan finansial tercapai.

Sejatinya, tak ada salahnya memantau kinerja portofolio investasi untuk mengetahui bagaimana perkembangannya. Hal ini juga bisa dilakukan guna memutuskan strategi investasi yang lebih baik, apalagi jika ternyata selama ini performanya tak berjalan sesuai ekspektasi. Tapi, jika dilakukan terlalu sering, memantau performa portofolio reksa dana bisa mengacaukan rencana investasi, apalagi saat nilainya tengah melandai.

5. Tuai Keuntungan Investasi Tepat Waktu

Tips terakhir yang tak kalah pentingnya untuk dilakukan saat investasi reksa dana adalah menuai keuntungan di waktu yang tepat. Ibarat tanaman yang sedang berbuah, terlambat memanennya berisiko membuatnya busuk.

Hal serupa juga berlaku pada dunia investasi di mana Anda bisa berisiko melewatkan potensi keuntungan maksimal saat terlambat mencairkannya, pun sebaliknya. Nah, mengetahui kapan waktu terbaik untuk mengambil keuntungan investasi ini bisa dilakukan dengan melakukan analisis dan pertimbangan yang akurat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.