Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Selamatkan Peninggalan Purbakala, Ekskavasi Dilakukan di Situs Dekat Bandara Kediri

📅 Rabu, 25 Okt 2023, 00:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Selamatkan Peninggalan Purbakala, Ekskavasi Dilakukan di Situs Dekat Bandara Kediri Doc: ANTARA/Prasetia Fauzani
Ket. Petugas melakukan ekskavasi di lokasi penemuan struktur bangunan kuno di Desa/Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur, Selasa (24/10/2023).

Kediri - Selamatkan peninggalan purbakala, tim dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI melakukan ekskavasi di situs yang ditemukan di dekat Bandar Udara DhohoKediri, tepatnya di Dusun Tanjung, Desa/Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur.

Koordinator ekskavasi dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Muhammad Ikhwan menyampaikan bahwa tim arkeolog mendapati struktur batu yang memanjang dari utara ke selatan di daerah tersebut.

"Kami dapatkan bahwa berdenah seperti huruf U dengan dinding barat, selatan, dan timur. Kemudian di dinding selatan bawah ada lubang. Kalau jenisnya inipatirtan," kata arkeolog itu di Kediri, Selasa.

Ikhwan mengatakan bahwa struktur itu luasnya sekitar 12 meter kali 12 meter dengan batu penyusun berukuran panjang 33 cm dan lebar 22 cm.

Dia mengemukakan bahwa periodisasipatirtantersebut belum bisa dipastikan, tetapi ukuran batu bata di struktur itu umum digunakan pada zaman kerajaan Kadiri ataupun Majapahit.

"Batu bata yang panjangnya 33 cmdan lebarnya 22 cmini umum juga dari Kadiri, Majapahit juga ada. Tapi, kami belum bisa pastikan eranya," kata dia.

Ikhwan menyampaikan bahwa tim arkeologBalai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI yang beranggotakan 10 orang akan melakukan ekskavasi di Dusun Tanjung hingga Rabu (25/10).

Dia juga menyampaikan perlunya melindungi temuan situs di daerah itu.

"Perlu adanya tindakan penyelamatan dengan pemberiancungkup, penataan lingkungan, sehingga aspek perlindungan terakomodasi," katanya.

Menurut dia, setelah melakukan ekskavasi tim arkeolog akan menyampaikan rekomendasi kepada pemerintah daerah setempat.

Ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Imam Mubarokjuga mengemukakan pentingnya pelindungan situs sejarah di dekat bandara Kediri.

"Yang penting terselamatkan dulu, karena ini mendekati musim penghujan. Itu terjadi genangan. Bukan hanya saat bandara jadi, sebelumnya juga sudah terjadi genangan jika hujan," kata dia.

Kabupaten Kediri memiliki banyak situs sejarah. Temuan situs di Dusun Tanjung menambah panjang daftar lokasi temuan peninggalan sejarah yang harus dilindungi di Kabupaten Kediri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.