Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perempuan Kurang Terwakili di Startup Indonesia, Apa Masalahnya?

📅 Senin, 23 Okt 2023, 14:09 WIB | Oleh: Tim Penulis

  • Hambatan budaya/norma sosial.

Masyarakat, terutama yang budaya patriarkinya dominan, masih memandang perempuan sebelah mata. Hal ini akan menciptakan iklim organisasi yang kurang baik dan menghambat perempuan untuk bisa menunjukkan potensi maksimal mereka. Penting untuk menciptakan budaya kerja yang inklusif agar kolaborasi yang efektif dapat terjadi.

  • Menyampingkan engagement dan belonging.

Perhatian startup terhadap rencana dan strategi bisnis terkadang membuat perusahaan melupakan pentingnya engagement (keterlibatan) dan belonging (perasaan memiliki) di dalam tim. Kondisi ini dapat memicu tingginya turnover. Perusahaan harus menciptakan rasa nyaman agar karyawannya dapat memberikan kinerja maksimal dan ikut memikirkan masa depan startup yang mereka bangun. Tanpa ini, ide inovasi yang cemerlang dapat terhambat.

  • Praktik manajemen keberagaman gender.

Mempraktikkan manajemen keberagaman gender tampak seperti sebuah langkah kompleks yang hanya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar. Padahal, budaya organisasi dan iklim inovasi yang mendukung harus dibangun sejak awal mula startup berdiri karena akan sangat menentukan masa depan perusahan.

Perusahaan dapat memulai praktik ini dengan sederhana seperti memberikan penilaian kinerja yang adil, membuka peluang yang setara untuk pengembangan diri dan promosi, dan menerapkan manajemen konflik yang baik.

Dengan cara ini, startup dapat mencegah dan mengurangi konsekuensi negatif yang timbul akibat keberagaman gender.

Startup adalah ekosistem inovasi yang berperan penting sebagai katalisator perekonomian. Transformasi budaya dan nilai-nilai sosial, serta kebijakan dan inisiatif yang berpihak pada keberagaman di sektor ini, pada akhirnya tidak hanya membantu peningkatan kontribusi perempuan tetapi juga menghilangkan stereotip tradisional terkait perempuan dan teknologi.The Conversation

Nita Yalina, PhD Candidate in Management, University of Leeds

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.