Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Memantau Perubahan dan Dinamika Tutupan Lahan di Indonesia dengan Peta Mapbiomas Koleksi 2.0

📅 Senin, 23 Okt 2023, 18:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
Memantau Perubahan dan Dinamika Tutupan Lahan di Indonesia dengan Peta Mapbiomas Koleksi 2.0 Doc: istimewa
Ket. Peluncuran Mapbiomas Indonesia Koleksi 2.0 di Pandu Ballroom, Hotel Mercure, Sanur, Bali, Senin (23/10).

BALI - Saat ini, untuk mengetahui seperti apa kondisi hutan di Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan yang jauh di pedalaman Provinsi Papua Selatan, tidak perlu lagi turun langsung atau mengecek lapangan. Pasalnya, dengan memanfaatkan platform Mapbiomas Indonesia http://platformmap.nusantara.earth/ sudah dapat mengetahui seperti apa lahan di sana yang beralih fungsi dalam rentang waktu tahun 2000 - 2022. Kenyataannya terdapat pembukaan lahan hutan menjadi kebun sawit.

Itulah sekilas manfaat dari peta Mapbiomas Indonesia. Kita dapat melihat dinamika lahan beralih fungsi dan tutupan berubah di Indonesia. Dari Aceh hingga Papua dengan mendeteksi mulai dari hutan alam, mangrove, hutan tanaman, tumbuhan alami nonhutan, sawit, pertanian lainnya, tambang, non vegetasi lainnya, tambak, tubuh air dan kelas terbaru di Koleksi 2.0 ini yakni sawah. Penggunaan platform ini juga terbuka untuk siapapun dan tidak dipungut biaya sepeser pun.

MapBiomas pertama kali dikembangkan di Brasil pada tahun 2015. Inisiatif ini kemudian disebarluaskan ke negara-negara lainnya termasuk Indonesia melalui Yayasan Auriga Nusantara.

Pertukaran pengetahuan antara Indonesia dengan Brasil dimulai sejak 2017, kemudian diimplementasikan di Indonesia tahun 2019. Pada tahun 2021, Mapbiomas Koleksi 1.0 dirilis yang terdiri dari 10 kelas.

Pengembangan peta Mapbiomas Indonesia juga bertujuan membangun kapasitas lokal. Maka itu sifatnya kolaborasi bersama lembaga swadaya masyarakat yang fokus di isu lingkungan yakni: HAkA (Aceh), HaKI (Sumatera Selatan), GENESIS (Bengkulu), SAMPAN (Kalimatan Barat), SAVE OUR BORNEO (Kalimantan Tengah), GREEN OF BORNEO (Kalimantan Utara), Auriga Nusantara (Jawa), KOMIU (Sulawesi Tengah), MNUKWAR (Papua Barat) dan JERAT (Papua). Yang juga didukung oleh Woods & Wayside International sebagai penasihat teknis.

Bertempat di Pandu Ballroom, Hotel Mercure, Sanur, Bali, Mapbiomas Indonesia Koleksi 2.0 diluncurkan (23/10). Di Koleksi 2.0 ini, Mapbiomas Indonesia melakukan pembaruan periode tahun dari 2000 hingga 2022 (di Koleksi 1 periode 2000 - 2019) dan memetakan satu kelas baru yaitu sawah sehingga menjadi 11 kelas (di Koleksi 1 terdapat 10 kelas).

"Berdasarkan data pada platform terlihat bahwa 56% wilayah Indonesia masih berupa hutan. Namun dari data ini juga dapat terlihat bahwa wilayah Indonesia sudah banyak perubahan yang signifikan," ungkap Timer Manurung, Ketua Auriga Nusantara, insiator Mapbiomas Indonesia ketika acara peluncuran.

"Data Mapbiomas Indonesia Koleksi 2.0 menyebutkan bahwa sepanjang tahun 2000-2022 sebanyak 9 juta hektare vegetasi alami hilang. Pada periode tersebut juga ternyata perluasan kebun sawit menjadi ekspansi terbesar dengan penambahan lahan luas 10,52 juta hektare dan secara persentase terbesar diduduki oleh lubang tambang yakni sebesar 334%," tambah dia.

Pembaruan lainnya di Koleksi 2.0 adalah keberadaan aspek proses uji akurasi pada peta Mapbiomas Indonesia. Yang prosesnya dilakukan 10 pakar kredibel dan 14 tim interpreter dari 10 universitas di Indonesia. sampel ini diuji oleh 10 perguruan tinggi. Dari aceh hingga Papua meliputi Universitas Syiah Kuala, Universitas Bengkulu, dan Universitas Lampung di Sumatera, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, Universitas Mulawarman di Kalimantan, Universitas Tadulako di Sulawesi Tengah, dan Univeristas. Papua. Sementara di Jawa berkolaborasi dengan Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor dan Universitas Gajah Mada.

"Dalam proses uji akurasi di Koleksi 2.0 ini terdapat 12.957 poin sampel independen yang digunakan sebagai data referensi. Dari proses validasi dan perhitungan nilai akurasi, nilai akurasi sebesar 75%," ungkap Prof. Projo Danoedoro, Ketua Uji Akurasi Mapbiomas Indonesia Koleksi 2.0 yang juga merupakan pakar penginderaan jauh dari Universitas Gajah Mada.

Selain itu, juga terdapat penambahan layer sebagai batas penyajian informasi administrasi dari level nasional hingga desa. Kemudian tematik penataan ruang seperti kawasan hutan dan kawasan konservasi. Dilanjutkan tematik perizinan komoditas berbasis lahan dan juga social forestry.

Data untuk kampanye hingga Advokasi

Selain bermanfaat sebagai referensi pemantauan dinamika dan tutupan lahan, peta Mapbiomas Indonesia juga dapat digunakan sebagai data untuk kampanye hingga advokasi lingkungan. Hal ini dituturkan Farwiza Farhan, pendiri sekaligus Ketua HAkA, organisasi masyarakat sipil yang mempunyai fokus aktivitas pada konservasi di area Kawasan Leuser, Aceh.

"HAkA memanfaatkan Mapbiomas untuk kampanye dan advokasinya. Sebagai contoh 13 tahun lalu terdapat perusahaan yang melakukan land clearing tanpa izin di daerah hija. Namun tidak dapat ditindak karena kepolisian menganggap bukan tindakan kejahatan karena perusahaan tersebut sedang mengurus izin. Namun izin yang diajukan berbeda dengan lahan yang dimaksud, akhirnya digugat. Di tengah proses, lahan yang dimaksud terbakar seluas 1.000 hektar. Pada tahun 2013, untuk pertama kalinya negara mengatakan bahwa perusahaan tersebut harus bertanggung jawab untuk restorasi atas rusaknya hutan. Semua itu berkat peta Mapbiomas yang menyediakan data lahan tersebut. Artinya peta dan data adalah kekuatan. Tanpa informasi yang dihasilkan, maka kita akan terus berasumsi di lapangan," tegas Farwiza.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

17 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.