Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kerja Keras Ini Membuahkan Hasil, Penduduk Miskin Ekstrem di Tanjungpinang Turun Signifikan

📅 Senin, 23 Okt 2023, 00:44 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kerja Keras Ini Membuahkan Hasil, Penduduk Miskin Ekstrem di Tanjungpinang Turun Signifikan Doc: Antara/Ogen
Ket. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tanjungpinang), Teguh Susanto.

Tanjungpinang - Kerja keras ini membuahkan hasil, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Teguh Susanto, mengatakan jumlah penduduk miskin ekstrem di daerah itu turun signifikan.

Menurutnya dari hasil verifikasi dan validasi terhadap kepala keluarga (KK) dari data desil satu dan desil dua, data kemiskinan ekstrem di Tanjungpinang turun dari 6.290 KK menjadi hanya 546 KK.

"Angka kemiskinan ekstrem saat ini merupakan sebuah prestasi yang diraih oleh Pemkot Tanjungpinang," kata Teguh di Tanjungpinang, Minggu.

Teguh juga menjelaskan terkait perbedaan indikator antara kemiskinan dengan kemiskinan ekstrem perlu diketahui oleh masyarakat.

Hal mendasar yang secara mudah dapat diketahui untuk membedakan keduanya adalah kemampuan pengeluaran per hari seseorang.

Kemiskinan ekstrem dilihat dari tingkat kebutuhan atau pengeluaran hanya Rp10.739 per hari dan Rp322.170 per bulan. Sementara kemiskinan, atau miskin biasa, dilihat dari tingkat kebutuhan atau pengeluaran sebesar Rp15.750 per hari dan Rp472.525 per bulan.

"Kita tidak ingin masyarakat salah mengartikan atau salah membaca antara data kemiskinan dengan kemiskinan ekstrem. Benar menurut data yang tersaji, bahwa angka kemiskinan di Tanjungpinang tahun 2022 sebesar 9,85 persen atau sekitar 21 ribu orang, tapi itu bukan persentase angka kemiskinan ekstrem," jelasnya.

Lanjut Teguh menyampaikan bahwa pada tahun 2021, angka kemiskinan ekstrem di Tanjungpinang mencapai jumlah sebanyak 12.386 KK. Namun, setelah dikurangi dengan data anomali, jumlahnya turun menjadi 6.290 KK.

Lalu, dengan berbagai program sosial dari pemerintah pusat, serta masifnya program penguatan ekonomi masyarakat yang digelontorkan Pemkot Tanjungpinang dalam kurun waktu 2022 hingga pertengahan 2023, angka kemiskinan ekstrem di Tanjungpinang turun menjadi 546 KK.

Data 546 KK penduduk miskin ekstrem itu juga telah diserahkan langsung ke Kementerian Sosial RI sekitar bulan Juli 2023, oleh Wali Kota Tanjungpinang ketika itu, Rahma.

"Bahkan ke 546 KK itu pun diusulkan untuk dimasukkan dalam daftar penerima berbagai program pengentasan kemiskinan oleh pemerintah pusat. Jadi ada perbedaan antara angka kemiskinan dengan kemiskinan ekstrem," katanya menegaskan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.