Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dana Remitansi Potensial Jadi kekuatan Modal

📅 Senin, 23 Okt 2023, 10:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dana Remitansi Potensial Jadi kekuatan Modal Doc: ISTIMEWA
Ket. Men­teri Koperasi dan UKM (Men­kop UKM), Teten Masduki

JAKARTA - Dana remitansi atau pengiriman uang, khususnya dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) dapat menjadi kekuatan kapital cukup besar di sektor keuangan di Tanah Air. Karenanya, potensi tersebut perlu dikelola dengan baik.

"Setelah PMI pulang ke tanah air, ia bisa membuka lapangan usaha baru atau menginvestasikan dananya di usaha tertentu. Jadi tidak sekadar pengiriman uang atau remitansi semata," kata Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (21/10).

Teten mengatakan Indonesia harus mengambil tindakan konkret untuk memperkuat perlindungan pekerja migran dan juga mendukung pertumbuhan ekonomi serta hubungan internasional yang lebih baik bagi Indonesia.

"Pekerja migran berperan dalam mendukung kontribusi ekonomi, maka PMI membutuhkan perlindungan dan kesejahteraan bagi pekerja dengan cara mengurangi risiko eksploitasi, pelecehan, dan pelanggaran hak asasi manusia," ucapnya.

Selain itu, perlindungan hukum yang tidak kalah penting, kemudian kesejahteraan sosial dengan dukungan psikologis dan akses kepada layanan kesejahteraan sosial yang diperlukan.

Lebih lanjut, Teten yang menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara PT MNC Kapital Indonesia dengan Bank Kerjasama Rakyat Malaysia Berhad (Bank Rakyat) itu meyakini kerja sama kedua belah pihak dapat memberikan penguatan bagi para PMI yang selama ini bekerja di Malaysia.

"Saya percaya kerja sama ini akan memberikan kemudahan dan keamanan transaksi keuangan, transaksi valuta asing, serta pendampingan investasi keuangan kepada pekerja migran Indonesia," katanya.

Dia juga berharap perusahaan perbankan PT. MNC Kapital dapat memberikan pembiayaan yang mudah dan murah kepada UMKM khususnya PMI yang ingin memulai menjalankan usaha.

Hal itu karena berdasarkan survei Bank Indonesia terdapat kesenjangan finansial yang masih sangat besar. Sebanyak 69,5 persen pelaku UMKM belum mendapatkan akses kredit perbankan padahal potensi permintaan kredit mencapai 1.605 triliun rupiah.

Ekosistem Kondusif

Dalam menumbuhkan ekosistem usaha yang kondusif bagi UMKM, sambungnya, pemerintah juga telah menerapkan langkah strategis di bidang pembiayaan.

"Pemerintah terus menumbuhkan ekosistem yang kondusif bagi UMKM khususnya bidang pembiayaan, antara lain pembiayaan dalam kluster/rantai pasok melalui skema KUR klaster, dan pembiayaan koperasi melalui LPDB dengan bunga yang rendah," ujar dia.

Tak lupa ia juga mengajak kolaborasi antar negara dalam mendukung Pekerja Migran Indonesia serta mendorong UMKM Indonesia naik kelas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.