Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

TIM Gabungan TNI Selamatkan Masyarakat dari Pembantaian Kelompok Separatis Teroris Papua

📅 Jumat, 20 Okt 2023, 00:02 WIB | Oleh:
TIM Gabungan TNI Selamatkan Masyarakat dari Pembantaian Kelompok Separatis Teroris Papua Doc: istimewa
Ket. Mengevakuasi 21 warga yang ada di Kali Ei, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Rabu (18/10).

JAKARTA - Aksi Kelompok Separatis Teroris (KST) Papua yang brutal dan sadis kembali terjadi di Kali Ei, Kabupaten Yahukimo. Pasca kejadian pembantaian dengan korban tujuh warga meninggal dunia dan sebelas orang luka, hari ini Tim Gabungan yang dipimpin Mayor HR dari Satgas Yonif 7 Marinir dan Kodim 1715/YHK di bawah kendali Dansatgas Yonmar 7, melakukan pengejaran dan penyisiran serta berhasil mengevakuasi 21 warga yang ada di Kali Ei, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Rabu (18/10).

Sebelumnya telah diberitakan, pada Senin (16/10) sejumlah 30 orang KST Papua menyerang area penambangan emas ilegal di Kali Ei, Kampung Mosom Duba, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Tujuh warga yang merupakan pendulang emas tewas dibunuh, dan warga lainnya berupaya menyelamatkan diri.

Menurut siaran persnya, KST ini merupakan pimpinan Asbak Koranue, bagian dari kelompok Egianus Kogoya. Senjata mereka 1 senapan SS1 V2, panah, dan parang. Selain membunuh, KST juga membakar 3 ekskavator, 2 truk, dan kamp pendulangan.

Kapuspen TNI Laksda TNI Julius Widjojono menyatakan pasca kejadian pembantaian oleh KST tersebut, personel gabungan yang dipimpin Mayor HR, baik dari unsur TNI dan jajaran Polri langsung berangkat menuju wilayah Kali Ei. Setibanya di Pos Brimob Kali Kolop, Tim Gabungan TNI-Polri melaksanakan koordinasi tentang situasi dan kondisi di wilayah Kali Ei,

"Tim Gabungan bergerak menuju Kali Ei dan Kali Kuk untuk memastikan keberadaan masyarakat yang menyelamatkan diri dari pembantaian KST tersebut," ucapnya.

Dari laporan di lapangan,tim gabungan TNI berhasil memantau pergerakan KST, terpantau kurang lebih 20 orang KST Papua dengan membawa 5 pucuk senjata, 2 senjata organik jenis Sniper dan SS1 serta 3 pucuk senjata rakitan, mereka bergerak menjauh menuju ke arah ketinggian/gunung.

Tim Gabungan TNI-Polri berupaya terus bergerak untuk melaksanakan pengejaran ke arah munculnya KST Papua, namun KST terus bergerak semakin menjauh menuju ke arah ketinggian/gunung.

Selanjutnya Kapuspen TNI menyampaikan TNI akan senantiasa membantu masyarakat dan terus menciptakan rasa aman di wilayah Papua.

"Hasil penyisiran yang dilakukan, tim gabungan TNI-Polri berhasil mengevakuasi 21 orang yang ketakutan yang berhasil meloloskan diri pada kejadian pembantaian oleh KST Papua pada 16 Oktober 2023," ujarnya.

Warga yang diselamatkan dari pembantaian KST tersebut sangat membutuhkan bantuan. Kondisi mereka pada umumnya masih trauma dengan kejadian tersebut, karena melihat beberapa rekannya tewas di tangan KST.

Selanjutnya tim gabungan bergerak dari Kali Ei menuju Kodim 1715/YHK dengan membawa 21 orang non OAP yang berhasil dievakuasi.

"Warga yang berhasil dievakuasi diserahkan oleh tim gabungan ke Kodim 1715/YHK untuk pengamanan dan tindakan pemulihan selanjutnya," pungkas KapuspenTNI.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

18 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.