Penduduk Makin Padat, Pertanian Cerdas Bisa Jadi Solusi Tingkatkan Produksi Pangan
📅 Kamis, 19 Okt 2023, 13:55 WIB | Oleh: Tim PenulisData mining memungkinkan ekstraksi informasi berharga dari data yang besar dan untuk menemukan pola dan hubungan tersembunyi. Ini adalah proses yang melibatkan metode dan alat dari berbagai bidang ilmu komputer, statistik, atau kecerdasan buatan.
Penerapan data mining untuk pertanian
Ada banyak hal bisa dilakukan dengan teknik data mining di sektor pertanian.
Pertama, pengendalian irigasi. Air merupakan faktor penting bagi perkembangan tanaman. Pemberian air dalam jumlah yang terlalu banyak atau terlalu sedikit memiliki pengaruh negatif terhadap pertumbuhan tanaman.
Sebaiknya Anda baca juga:
Irigasi yang tidak memadai atau tidak dirancang dengan baik juga bisa menjadi sumber masalah, seperti pemborosan air, salinisasi (pengasinan) tanah, pencemaran air, dan erosi tanah.
Untuk menghindari masalah-masalah ini, penting untuk merancang dan mengelola sistem irigasi dengan baik, memantau dan mengukur pemakaian air, serta mempertimbangkan berbagai faktor termasuk jenis tanah, kondisi iklim, dan kebutuhan tanaman.
Banyak sistem irigasi cerdas berbasis data mining telah dikembangkan di Indonesia untuk menentukan kebutuhan air tanaman berdasarkan iklim dan siklus vegetatif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Data mining memainkan peran penting dalam memastikan pengelolaan irigasi yang lebih baik untuk mengevaluasi konsumsi air dengan menggunakan metode yang melibatkan unsur-unsur iklim, faktor tanaman, dan tujuan ekonomi.
Salah satu negara yang dikenal sebagai pemimpin dalam pengembangan dan penerapan irigasi yang presisi atau "precision irrigation" adalah Israel. Negara ini telah mengembangkan metode pengairan yang efisien, sistem kontrol iklim dalam greenhouse, dan sistem sensor untuk mengoptimalkan pertanian di lingkungan gurun.
Kedua, pemantauan penyakit tanaman. Tanaman dapat terpengaruh oleh beberapa penyakit selama pertumbuhannya. Deteksi penyakit-penyakit ini menjadi tujuan dari banyak penelitian. Deteksi ini didasarkan pada kombinasi teknik data mining dan pemrosesan gambar untuk mengatasi kurangnya observasi manusia dan bahkan untuk mengurangi biaya.
Peneliti dari Universitas Padjadjaran bahkan telah mengembangkan sistem untuk mendeteksi penyakit blas pada tanaman padi berbasis citra. Ini merupakan salah satu pemanfaatan teknik pemrosesan gambar digital umum yang dikombinasikan dengan data mining di bidang pertanian untuk mendeteksi, mengklasifikasikan, dan mengukur penyakit-penyakit tanaman.
Ketiga, pemantauan hama dan optimalisasi pengelolaan input (pupuk dan pestisida).
Selama siklus produksi tanaman, kondisi abnormal seperti suhu dan kelembaban lingkungan sekitar memungkinkan penyebaran berbagai penyakit yang disebabkan oleh serangga, jamur, gulma, nematoda, dan tikus. Hama-hama ini menjadi fokus dari beberapa penelitian.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!