Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penduduk Makin Padat, Pertanian Cerdas Bisa Jadi Solusi Tingkatkan Produksi Pangan

📅 Kamis, 19 Okt 2023, 13:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penduduk Makin Padat, Pertanian Cerdas Bisa Jadi Solusi Tingkatkan Produksi Pangan Doc: The Conversation/Konika Minolta
Ket. Model Pertanian Cerdas (Smart Agriculture) yang menggunakan drone di Belanda.

Muhammad Achirul Nanda, Universitas Padjadjaran

Penduduk dunia diperkirakan meningkat menjadi 9,8 miliar pada 2050 dan 11,2 miliar pada 2100. Asia akan menjadi kawasan paling padat.

Dalam 27 tahun mendatang, produksi pangan dunia perlu ditingkatkan hingga 70%, dibanding pada 2007, untuk memberi makan populasi dunia yang begitu besar itu.

Selama ini, salah satu upaya untuk meningkatkan produksi pangan, terutama beras, adalah intensifikasi pertanian seperti menanam padi tiga kali setahun dengan pupuk kimia.

Masalahnya, intensifikasi pertanian dapat berdampak besar pada lingkungan: degradasi tanah akibat erosi angin dan air, polusi udara dan air akibat nutrisi dan agrokimia yang berlebihan, hilangnya keanekaragaman biologis dan ekologis.

Untuk mengurangi efek negatif dari pertanian, kita perlu mentransformasikan proses produksi pertanian dengan cara yang lebih berkelanjutan.

Caranya, kita perlu mengalokasikan sumber daya dengan tepat dan menggunakan praktik-praktik Pertanian Cerdas (Smart Agriculture) dengan teknik data mining. Menurut sebuah riset pada 2019, penerapan Pertanian Cerdas dapat menghemat air sampai 67% dibandingkan cara tradisional.

Pertanian cerdas

Sistem Pertanian cerdas bisa berperan penting dalam meningkatkan kegiatan pertanian dan produksi pangan. Ini merupakan konvergensi antara internet of things (IoT) dan teknologi informasi. Tujuannya untuk mengumpulkan data dari berbagai sumber yang heterogen untuk memahami, memprediksi, dan mengatur kegiatan pertanian agar lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.

Melalui IoT, sensor-sensor bisa ditempatkan di mana-mana untuk mengumpulkan berbagai jenis data. Data suhu tanah, kelembaban tanah, kelembaban dan kehijauan daun, radiasi matahari, arah angin, dan tingkat curah hujan bisa dikumpulkan secara real time.

Teknik data mining merupakan proses yang memungkinkan untuk menemukan pola dalam kumpulan data yang besar. Teknik ini berperan penting dalam analisis data.

Di sektor pertanian, penggunaan teknik data mining telah mengarah pada berbagai tugas, seperti identifikasi hama, serta deteksi dan klasifikasi kesehatan tanaman. Teknik ini juga bisa dipakai untuk memprediksi penyakit tanaman, prediksi hasil panen, pengelolaan input (perencanaan irigasi dan pestisida), saran pemupukan, prediksi kelembaban tanah secara real-time, dan lainnya.

Banyak negara di dunia mulai menerapkan teknik data mining untuk meningkatkan efisiensi produksi pertanian, mengurangi limbah, dan memaksimalkan penggunaan sumber daya. Negara tersebut antara lain Amerika Serikat, Jepang, Belanda, Cina, dan Israel.

Data yang dikumpulkan dan diolah dapat langsung memengaruhi efisiensi kegiatan pertanian dan memberikan hasil yang lebih baik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.