Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pasar Harus Dijaga dari Praktik Ketidakadilan

📅 Jumat, 13 Okt 2023, 00:06 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pasar Harus Dijaga dari Praktik Ketidakadilan Doc: Sumber: BPS - kj/ones

» Pasar merupakan simbol dari nilai-nilai ekonomi kerakyatan dalam Pancasila.

» Kelangsungan pasar erat kaitannya dengan ketahanan dan kedaulatan pangan.

JAKARTA - Pemerintah diminta untuk menjaga pasar agar terhindar dari praktik-praktik ketidakadilan persaingan usaha yang tidak sehat. Sebab, hal itu berpotensi mengarah ke monopoli dan oligopoli yang menyebabkan pelaku usaha tertentu mengontrol harga setelah mematikan pesaing-pesaingnya melalui praktik bisnis yang unfair seperti predatory pricing.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Anwar Abbas, mengatakan bahwa pasar merupakan tempat yang sangat penting untuk menyejahterakan kehidupan masyarakat, sehingga harus dijaga dan dijauhkan dari praktik ketidakadilan.

Apalagi beberapa waktu belakangan Indonesia digempur oleh praktik-praktik yang merusak pasar, di antaranya predatory pricing atau jual rugi, di mana barang dijual dengan harga sangat rendah.

"Mengingat penting dan besarnya peran pasar maka pasar harus dijaga dan disterilkan dari praktik-praktik yang tidak baik yang akan merusak kemuliaan dari pasar itu sendiri," kata Anwar.

Sosiolog dari Universitas Brawijaya, Malang, Imron Rozuli, mengatakan praktik predatory pricing dijalankan oleh jaringan ekonomi dengan modal ekonomi yamg luar biasa. Praktik itu dipastikan akan menghancurkan rantai pasokan dan mekanisme pasar yang sehat.

Sementara itu, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) yang juga calon anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) periode 2023-2028, Eugenia Mardanugraha, mengatakan predatory pricing merupakan praktik yang dilarang dalam Pasal 20 UU No 5 Tahun 1999 tentang Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha.

Untuk menjaga agar produsen dan pedagang dalam negeri tidak menjadi korban praktik predatory pricing perusahaan loka pasar atau e-commerce asing maka pedagang pasar tradisional harus dibantu masuk ke pasar berbasis teknologi.

Selain itu, penjualan barang impor secara langsung harus dilarang. Semua produk impor harus melalui bea cukai dan izin Kementerian Perdagangan.

"Pemerintah juga bisa menetapkan hambatan masuk, seperti menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan sertifikasi Halal. Bisa juga menetapkan hambatan masuk yang disebut safeguard (mengenakan semacam denda kepada produk impor yang masuk dalam kuantitas tertentu)," kata Eugenia.

Ekonomi Kerakyatan

Dalam kesempatan terpisah, pakar pertanian dari UPN Veteran Jawa Timur, Surabaya, Zainal Abidin, mengatakan sebagai muara produk pertanian dengan konsumen, pasar harus dijaga dari segala bentuk praktik ketidakadilan karena pasar merupakan simbol dari nilai-nilai ekonomi kerakyatan dalam Pancasila.

"Sebagai muara pertemuan dari produk-produk petani dan nelayan dengan konsumen, pasar rakyat penting sekali dijaga keberlanjutannya karena praktik-praktik semacam itu secara perlahan, tapi pasti dapat melumpuhkan pasar yang selama ini menjadi tempat yang sarat nilai-nilai ekonomi kerakyatan," kata Zainal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

42 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

52 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.