Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengalaman Horor Penyelam Libya dalam Pencarian Korban Banjir Derna

📅 Rabu, 11 Okt 2023, 17:21 WIB | Oleh:
Pengalaman Horor Penyelam Libya dalam Pencarian Korban Banjir Derna Doc: Istimewa
Ket. Setiap hari, El-Hassi dan tim pergi ke lokasi penyelaman untuk mencari lebih banyak korban.

DERNA - Bencana banjir bandang yang melanda Libya pada pertengahan September lalu, baru-baru ini dilaporkan menyisakan pengalaman seram bagi para tim penyelamat yang masih menjalankan misi evakuasi korban.

Dengan jumlah korban tewas yang mendekati jumlaah 20 ribu orang, para penyelam dari satuan penjaga pantai Libya masih harus melakukan pencarian korban yang hanyut hingga perairan Mediterania Derna.

Dilansir oleh Al Jazeera, para penyelam masih menemukan jenazah yang masih terkubur di laut setelah sebagian besar tim bantuan internasional pergi.

Salah satu penyelam, Bashir Saqr El-Hassi, mengaku merasa dihantui oleh pengalamannya setiap hari saat menemukan jenazah anak-anak dalam kondisi yang menyedihkan.

"Saya tidak bisa tidak memikirkan anak-anak saya sendiri ketika saya mengambil anak-anak yang tenggelam. Saya sudah jauh dari keluarga saya selama berhari-hari," kata El-Hassi sambil mengalihkan pandangannya.

Penyelam berpengalaman ini telah melakukan misi pencarian sebelumnya, namun tidak ada yang mempersiapkannya untuk apa yang dilihatnya setelah banjir.

"Pada awalnya misi lebih mudah karena jenazahnya masih utuh. ekarang mereka sudah sangat membusuk," katanya, seraya menambahkan bahwa tim berpacu dengan waktu untuk mengambil sebanyak mungkin jenazah sebelum mereka benar-benar hancur.

"Salah satu jenazah tersangkut di bawah reruntuhan bangunan dan dimakan ikan. Itu adalah pemandangan tragis yang tidak dapat saya gambarkan," katanya.

El-Hassi bersama seorang rekannya telah berada di Derna sejak hari pertama terjadinya bencana.

Badai tersebut merobohkan dua bendungan di atas Derna, menyebabkan banjir yang menyapu seluruh kota, menyapu bersih lanskap, bangunan-bangunan, dan melenyapkan seluruh lingkungan.

Pasangan ini adalah penyelam lokal, El-Hassi dari kota terdekat Sousa, bagian dari skuadron yang tersisa untuk menemukan korban yang hilang setelah sebagian besar tim bantuan internasional termasuk penyelam angkatan laut dari Mesir, Turki, Malta dan negara-negara lain meninggalkan Libya dalam kesedihan.

"Itu ada kota di bawah sana. Terlebih lagi di masa-masa sebelumnya, karena dipenuhi dengan jenazah. Tapi masih ada kota di bawah sana," kata salah satu penyelam.

"Dari seluruh pengalaman saya dalam misi menyelam untuk mengambil jenazah pencari suaka yang tenggelam di laut, sejauh ini ini adalah yang paling sulit," ujarnya.

Para penyelam saling mendukung sebelum misi harian mereka. Apa yang mereka lihat adalah bagian dari kenangan kolektif mereka, pengalaman terberat mereka bersama, menghadapi kematian setiap hari, jauh dari keluarga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.