Menaker Sebut Jenis Pekerjaan Baru Lebih Banyak yang Hilang daripada Pekerjaan Lama
📅 Rabu, 11 Okt 2023, 18:37 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rup
Doc: Muhamad Ma'rup
JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, menyebut pekerjaan baru yang muncul lebih banyak yang hilang daripada pekerjaan lamag. Menurutnya, hilangnya beberapa pekerjaan akibat dari disrupsi ekonomi digital.
"Kita juga cukup optimistis juga karena muncul jenis-jenis pekerjaan baru yang lebih banyak daripada jenis-jenis pekerjaan yang hilang," ujar Ida, dalam Pembekalan Tenaga Kerja Sukarela Pendamping Tenaga Kerja Mandiri Pemula, di Jakarta, Rabu (11/10).
Dia menilai, jenis pekerjaan yang baru ini tidak bisa begitu saja diserap karena jenis pekerjaan baru membutuhkan skill dan kompetensi. Jika tidak diantisipasi, maka akan berpengaruh terhadap tingginya pengangguran.
"Sebagai contoh, banyak pekerjaan-pekerjaan lama di sektor perbankan yang akan hilang. Kalau tidak segera kita mitigasi akan muncul pengangguran baru yang sebelumnya kita tidak bayangkan karena dengan kemajuan teknologi memunculkan pengangguran," jelasnya.
Urgensi Wirausaha
Sebaiknya Anda baca juga:
Ida mengatakan, selain mendorong penyerapan tenaga kerja, urgensi lain adalah menyiapkan wirausaha. Saat ini rasio kewirausahaan di Indonesia sebesar 3,47 persen, sedangkan target untuk mencapai negara maju pada 2045 rasio wirausaha harus sebesar 4 persen.
Dia menambahkan, tahun 2023 ini pihaknya memberi kesempatan kepada 110.000 pelaku Tenaga Kerja Mandiri (TKM) atau pelaku usaha. Jumlah tersebut diharapkan benar-benar menjadi pelaku usaha yang kuat dan mandiri.
"Kebijakan perluasan kesempatan kerja di luar hubungan kerja, diimplementasikan melalui program kewirausahaan yang mendayagunakan seluruh potensi sumber daya dan teknologi," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ida menekankan, program TKM membutuhkan tenaga kerja pendamping agar program berjalan dengan baik. Selain memotivasi, para tenaga kerja pendamping juga memberikan fasilitas dalam memperlas jejaring kemitraan, permodalan, dan pemasaran yang menjadi kelemahan UMKM di Indonesia.
"Pendamping juga menjadi inovator menggerakan ide-ide pengembangan usaha. Efektifnya program TKM sangat bergantung tenaga kerja pendamping," tandasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!