Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keroyokan Jadi Strategi Pemkab Ini untuk Berantas Stunting

📅 Rabu, 11 Okt 2023, 00:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Keroyokan Jadi Strategi Pemkab Ini untuk Berantas Stunting Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Rejang Lebong
Ket. Penutupan kegiatan diseminasi lintas sektoral penanganan stunting di Kabupaten Rejang Lebong, Selasa (10/10/2023).

Rejang Lebong - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu menerapkan penanganan kasus stunting atau gagal tumbuh pada balita di wilayah itu dengan pola "keroyokan" bersama organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya.

Asisten II Bidang Ekbang Pemkab Rejang Lebong Asli Samin saat menutup kegiatan diseminasi lintas sektoral penanganan stunting yang dilaksanakan 3-10 Oktober di Aula DP3A-PPKB Rejang Lebong, Selasa, mengatakan angka stunting daerah itu pada 2022 lalu masih di angka 20,2 persen dan ditargetkan pada 2024 nanti turun menjadi 14 persen.

"Penurunan angka stunting di Kabupaten Rejang Lebong ini harus dilakukan secara keroyokan, setiap OPD terkait untuk saling melakukan konvergensi berkala," kata dia.

Dia menjelaskan penanganan stunting dengan pola keroyokan ini seperti untuk dinas PUPR bisa membangun MCK bagi keluarga stunting yang kondisinya masih belum baik, kemudian OPD terkait lainnya juga sesuai bidangnya masing-masing.

Dirinya berharap dengan adanya pola penanganan bersama-sama ini nantinya bisa mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Rejang Lebong.

Sementara itutujuan dilakukannya diseminasi audit kasus stunting di daerah itu, kata dia, secara umum untuk memetakan kasus stunting di semua lokasi stunting agar bisa menentukan langkah yang tepat untuk mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Rejang Lebong.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rejang Lebong Yusran Fauzi dalam kesempatan itu meminta Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Rejang Lebong untuk bekerja secara terpadu satu dengan lainnya sehingga program yang sudah disusun bisa berjalan sesuai harapan.

"TPPS Rejang Lebong juga harus menyiapkan kalender petik aksi yang akan dilaksanakan pada Januari 2024 mendatang," kata Yusran Fauzi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.