Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

IMF dan Bank Dunia Gelar Pertemuan di Afrika Setelah 50 Tahun

📅 Senin, 09 Okt 2023, 12:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
IMF dan Bank Dunia Gelar Pertemuan di Afrika Setelah 50 Tahun Doc: AFP/Fadel Senna
Ket. IMF dan Bank Dunia terakhir kali mengadakan pertemuan tahunan di Afrika pada tahun 1973.

MARRAKESH - IMF dan Bank Dunia berkumpul di Maroko pada Senin (9/10) untuk pertemuan tahunan pertama mereka di Afrika setelah pertemuan 50 tahun lalu.

Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia biasanya mengadakan pertemuan tahunan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral di luar kantor pusat mereka di Washington setiap tiga tahun.

Kota Marrakesh di Maroko selatan seharusnya menjadi tuan rumah pada 2021, tetapi pertemuan tersebut ditunda dua kali karena pandemi Covid-19.

Pertemuan terancam gagal karena gempa bumi dahsyat yang menewaskan hampir 3.000 orang di wilayah selatan Marrakesh bulan lalu, namun pemerintah memutuskan pertemuan dapat dilangsungkan.

IMF dan Bank Dunia terakhir kali mengadakan pertemuan di Afrika pada 1973, ketika Kenya menjadi tuan rumah pertemuan tersebut dan beberapa negara masih berada di bawah kekuasaan kolonial.

Setengah abad kemudian, benua ini menghadapi serangkaian tantangan, mulai dari konflik, kudeta militer, kemiskinan yang tiada henti, hingga bencana alam.

"Perekonomian dunia yang makmur di abad ke-21 membutuhkan Afrika yang makmur," kata Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva dalam pidatonya di Abidjan pekan lalu.

Pinjaman Meningkat

Dalam sebuah langkah simbolis, IMF dan Bank Dunia siap memberi Afrika kursi ketiga di dewan eksekutif, yang menurut Georgieva akan memberikan "suara yang lebih kuat" bagi Afrika.

Namun rmasalah yang paling pelik berkisar pada uang.

Negara-negara kontributor utama tidak mendukung peningkatan modal karena hal ini akan memaksa mereka menambah dana dan memberikan pengaruh yang lebih besar kepada negara-negara berkembang seperti Tiongkok dan India.

Namun Bank Dunia diperkirakan akan mengkonfirmasi rencana meningkatkan pinjaman sebesar 50 miliar dolar AS selama dekade berikutnya melalui perubahan neraca.

Presiden Bank Dunia Ajay Banga ingin melangkah lebih jauh dan meningkatkan kapasitas sebesar 100 miliar dolar AS atau sebanyak 125 miliar dolar AS melalui kontribusi dari negara-negara maju.

Namun masalah ini sepertinya tidak akan terselesaikan di Marrakesh.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Aksi Jual Saham AI AS Mengguncang Wall Street Gingga Asia

32 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

42 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.