Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

UNICEF: Puluhan Juta Anak Terlantar Akibat Bencana Iklim

📅 Jumat, 06 Okt 2023, 09:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
UNICEF: Puluhan Juta Anak Terlantar Akibat Bencana Iklim Doc: AFP/Alex McBride
Ket. Anak-anak berdiri di antara atap rumah yang hancur akibat banjir di kamp pengungsi Yusuf Batir di Maban, Sudan Selatan, pada 25 November 2019. UNICEF mengatakan puluhan juta anak mengungsi akibat bencana iklim dari tahun 2016 hingga 2021.

PBB - Bencana cuaca yang dipicu oleh perubahan iklim - dari banjir hingga kekeringan, badai hingga kebakaran hutan - memicu 43,1 juta anak mengungsi dari tahun 2016 hingga 2021, Badan PBB untuk urusan Anak-anak (UNESCO) pada Kamis(5/10) memperingatkan dan mengecam kurangnya perhatian yang diberikan kepada para korban.

Dalam laporan menyeluruh mengenai masalah ini, badan PBB tersebut merinci kisah-kisah menyedihkan dari sejumlah anak yang terkena dampak. Salah satu penulisnya, Laura Healy, mengatakan kepada AFP bahwa data tersebut hanya mengungkap "puncak gunung es", masih banyak lagi anak-anak yang terkena dampaknya. .

"Kami memindahkan barang-barang kami ke jalan raya, tempat kami tinggal selama berminggu-minggu," kenang anak Sudan, Khalid Abdul Azim, yang desanya terkena banjir dan hanya dapat diakses dengan perahu.

Pada 2017, kakak beradik Mia dan Maia Bravo menyaksikan api melalap trailer mereka di California dari bagian belakang minivan keluarga.

"Saya takut, kaget," kata Maia dalam laporannya. "Aku mau begadang semalaman."

Statistik mengenai pengungsi internal yang disebabkan oleh bencana iklim umumnya tidak memperhitungkan usia korban.

Namun UNICEF bekerja sama dengan Pusat Pemantauan Pengungsi Internal non-pemerintah untuk mengungkap data dan mengungkap jumlah korban jiwa yang tersembunyi di antara anak-anak.

Dari tahun 2016 hingga 2021, empat jenis bencana iklim (banjir, badai, kekeringan, dan kebakaran hutan) - yang frekuensinya meningkat karena pemanasan global - menyebabkan 43,1 juta anak mengungsi di 44 negara, kata laporan tersebut.

Sembilan puluh lima persen dari pengungsian disebabkan oleh banjir dan badai.

"Ini setara dengan sekitar 20.000 anak yang mengungsi setiap hari," kata Healy kepada AFP. Ia menggarisbawahi bagaimana anak-anak yang terkena dampak berisiko mengalami trauma lain, seperti terpisah dari orangtua mereka atau menjadi korban perdagangan anak.

Data tersebut mencerminkan jumlah pengungsi dan bukan jumlah anak yang terkena dampak, karena anak yang sama dapat tercabut lebih dari satu kali.

Angka-angka tersebut tidak memungkinkan adanya perbedaan antara mereka yang dievakuasi sebelum terjadinya bencana alam, dan mereka yang terpaksa mengungsi setelah terjadinya bencana.

Dan, menurut Healy, jumlah pengungsi akibat kekeringan "tidak dilaporkan," karena perpindahan tidak terjadi secara tiba-tiba sehingga lebih sulit diukur.

"Ini hanyalah puncak gunung es berdasarkan data yang kami miliki," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.